Amir: Izin Kemanan Liga Musim 2021 Dulu Baru Bahas Vaksin

Samarinda, nomorsatukaltim.com – Asisten Pelatih Borneo FC Samarinda, Ahmad Amiruddin mengerti. Pemberian vaksinasi COVID-19 pada pemain sepak bola Indonesia memang penting. Tapi yang jauh lebih penting dari itu adalah. PSSI dan PT LIB harus segera mendapat izin keramaian dari kepolisian.

Seperti diketahui PSSI mendapat jatah 178 vaksin Sinovac yang diperuntukkan untuk pemain Timnas Indonesia. Mereka diprioritaskan karena dalam tahun ini bakal mengikuti beberapa ajang internasional. Terlepas Piala Asia U-19 dan Piala Dunia U-20 dibatalkan.

Timnas senior akan bermain di Piala AFF dan Kualifikasi Piala Duia 2022. Sementara Timnas U-23 akan bertanding di SEA Games 2021 di Vietnam.

Belakangan, muncul desakan di media sosial agar pemain Liga Indonesia juga harusnya mendapat vaksin. Merespons desakan itu, PSSI kemudian meminta jatah lebih dari pemerintah.

Asisten pelatih Borneo FC, Ahmad Amiruddin turut angkat suara terhadap wacana pemberian vaksin pada pemain liga. Secara pribadi, Amir menyambut baik rencana itu.

“Saya memang mendengar wacana soal pemberian vaksin kepada pemain. Vaksin memang tak serta merta membuat seseorang menjadi aman atau tak tertular (virus) corona. Tetapi setidaknya imun pemain akan menjadi lebih kuat,” ujar Amir.

Soal bagaimana mekanismenya. Apakah mendapat jatah vaksin gratis dari pemerintah. Atau setiap klub diwajibkan menyediakan vaksin untuk seluruh pemain, tim pelatih, dan ofisial masing-masing. Rasanya, kata Amir. Itu tak menjadi soal.

Walaupun memang jika pemerintah bersedia memberi vaksin gratis. Itu akan lebih baik untuk klub. Setidaknya dari sisi finansial. Yang mana pada musim 2020 kemarin. Kondisi keuangan seluruh klub Indonesia ancur-ancuran.

 “Tapi kita semua menunggu kebijakan dari pemerintah soal vaksin ini. Apakah diberikan secara gratis atau memang bayar secara pribadi,” sebutnya.

Menurut mantan striker PSM Makassar dan Mitra Kukar ini, seandainya federasi memang mewajibkan vaksin sebagai salah satu syarat digulirkanya kompetisi, ia yakin seluruh klubakan menjalankan regulasi tersebut.

“Tapi ya itu tadi, kami semua tak tahu apakah diberikan gratis atau mandiri,” tambahnya.

Tapi terlepas apakah setiap pemain harus divaksinasi atau tidak. Agar Liga 1 dan 2 bisa digulirkan lagi. Sebenarnya ada yang jauh lebih penting dari itu. Yakni PSSI dan PT LIB selaku operator klub bisa segera mendapatkan izin keramaian dari Polri.

Sebab perkara izin keamanan ini lah yang membuat liga musim 2020 terkatung-katung tidak jelas. Kata Amir, jika izin sudah dikantungi. Regulasi, format, dan bagaimana protokol kesehetan yang dibuat PT LIB. Klub siap mengikutinya. Karena sudah memiliki garansi liga bisa digulirkan.

 “Percuma semua persyaratan dipenuhi klub jika akhirnya pihak kepolisian tak kunjung mengeluarkan izinnya,” tegas Amir.

Berkaca pada penyelenggaraan Liga 1 dan 2 musim lalu. Sebelum PSSI menunda Liga 1 sehari sebelum dilanjutkan pada Oktober. Seluruh tim sudah menggelar pertemuan dengan operator liga. Membahas soal tata cara protokol kesehatan selama perhelatan kompetisi.

Formulasinya sudah disepakati. Pun sudah dijalankan seluruh klub sejak September. Klub juga tak menolak ketika seluruh pertandingan digelar di Pulau Jawa serta tanpa penonton. Walau sangat berat. Terutama untuk klub non Pulau Jawa. Toh, tak ada protes dari klub.

Yang sayangnya, setelah semua maunya PSSI dan PT LIB dituruti klub. Liga juga urung dilanjutkan dan berakhir dengan pembatalan karena izin dari kepolisian tidak didapat.

Soal musim 2021 sendiri. Beberapa kabar menyebutkan bahwa liga akan dimulai usai Hari Raya Idulfitri nanti. Entah kapan pastinya. (frd/ava)

Saksikan video menarik berikut ini:

Leave A Reply