Potensi Ekspor Berbagai SDA di Muara Jawa 

CV Masagenah Siap Penuhi Kebutuhan Hilirisasi 

Kukar, nomorsatukaltim.comMuara Jawa punya cerita indah. Khususnya soal ekspor. Beberapa produk olahan dari wilayah pesisir Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) itu, berhasil dijual ke kawasan Timur Tengah. Seperti, lidi nipah dan arang halaban.

Kini, potensi lain pun mulai dilirik dari wilayah dengan luas 754,5 km persegi ini. Yakni, lidi sawit dan produk turunan kelapa. Selasa (26/1/2021), pertemuan dilakukan oleh Camat Muara Jawa Syarifuddin bersama 8 orang lurahnya. Lalu tokoh masyarakat Muara Jawa, Ibramsyah pun diikutsertakan. Hadir pula Direktur CV Masagenah Widya Hana Sofia.

Ya, CV Masagenah memang lekat dengan masyarakat Muara Jawa. Di mana perusahaan ini seperti wadah. Bagi para Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) di sana untuk berkarya. Kehadirannya kini pun juga memberikan peluang lainnya.

Widya menjelaskan, produk lain yang saat ini sedang ia incar dari Muara Jawa ialah lidi sawit dan produk turunan kelapa. Kedua produk itu, ungkap Widya, mulai dilirik beberapa pihak luar. “Khususnya (produk) turunan kelapa, seperti serabut, nata de coco, dan briket arang. ” terang Widya, Selasa (26/1).

Mengenai hilirisasi industri, dirinya mengaku siap untuk menyediakan berbagai macam kebutuhan yang diperlukan.

Dia mencontohkan, kebutuhan yang dimaksud seperti pembuatan nata de coco. Yang harus melewati beberapa tahapan. Seperti perebusan air kelapa dengan menggunakan bakteri Acetobacter Xylinum. Atau bakteri bibit nata de coco.

“Semua itu akan kita sediakan, dan tentunya seperti kegiatan eksportir sebelumnya (lidi nipah dan arang halaban), kita carikan pasarnya,” ujar Widya.

Widya juga menjelaskan konsep Quantum Leap Export yang masih memerlukan dukungan agar terus terintegrasi. Dukungan yang dimaksud tentu dari pusat, provinsi, kota, dan kabupaten.

Quantum Leap Export ialah agen perdagangan yang menghubungkan pembeli dan penjual. Namun antarnegara. Seperti yang Widya lakukan.

Menanggapi itu, Camat Muara Jawa Syarifuddin ikut berkomentar. Ia membenarkan, wilayahnya sangat kaya akan sumber daya alam (SDA). Dan butuh hilirisasi industri untuk bisa mendapatkan nilai ekonomis yang lebih.

Dirinya mengakui, beberapa kelurahan mengutarakan keunggulan produk yang mereka miliki. Dan ada nilai ekonomisnya. Namun mereka jarang mengetahui potensi-potensi tersebut bisa memiliki nilai tambah. “Kadang cuma bisa bilang ‘Pak kita punya ini, kita begini, kita ada ini’. Tapi tidak tahu harus diapakan,” ungkap Syarifuddin.

Syarifuddin meminta kepada tiap lurahnya. Agar bisa lebih mengetahui potensi SDA masing-masing. Lalu, untuk lidi nipah dan arang halaban, kuotanya saat ini masih kurang. Ia menyampaikan hal itu akan segera terpenuhi. “Karena itu, kesadaran dari kita juga perlu, agar kontinuitas bisa terjadi,” lanjutnya.

Ia juga membenarkan, untuk soal kualitas, pihak BUMDES Muara Jawa selalu teliti. Dan juga jeli. Karena bagi mereka, hal itu sangat penting.

Mengingat, produk mereka bukan dijual di pasar tradisional. Melainkan pasar internasional. Yang tentunya mengutamakan kualitas produk. “Kejelian tiap orang disini luar biasa, dan memang benar kualitasnya bagus,” sambatnya.

Dirinya juga menyetujui adanya produk ekspor baru dari wilayahnya. Apalagi seperti turunan kelapa dan lidi sawit. Tetapi, kata Syarifuddin, untuk pengrajin lidi sawit masih kurang diminati. Lantaran, pengrajin lidi nipah masih dianggap lebih oleh masyarakatnya. “Karena itu yang lebih dulu (di ekspor) ke luar, dan kita memang harus memenuhi kuota kebutuhan kontrak,” lugasnya.

Kemudian, Lurah Muara Jawa Ilir Rudi juga memberikan tanggapan. Ia menjelaskan, di tempatnya produk turunan kelapa memang sangat banyak. Apalagi untuk air kelapa yang bisa dijadikan sirup.

Beberapa Bumdes di Muara Jawa Ilir pun menanyakan pasarnya. Ketika mengetahui ada wadah, Rudi pun antusias untuk memberdayakan masyarakatnya. “Produk sirup dari air kelapa, itu kita ada. Beberapa bahkan sudah memiliki pelanggan, tapi lokal saja,” ujarnya.

Kini Rudi merasa tidak perlu khawatir. Untuk wadah, dirinya sudah melihat peluang usaha yang dimiliki Muara Kembang yang diberikan CV Masagenah. Muara Kembang salah satu desa tetangga penghasil lidi nipah terbaik di Bumi Mulawarman.

“Ya kalau begini tentu kualitas harus kita coba yang terbaik, begitupun jumlahnya (kuantitas), karena yang kita inginkan berupa kontrak berkelanjutan (kontinuitas) juga,” pungkasnya mengakhiri. (nad/eny)

Saksikan video menarik berikut ini:

Leave A Reply