Pemkot akan Data Ulang

TARAKAN – Kesulitan memperoleh LPG 3 kilogram, kembali menjadi keluhan sejumlah warga Tarakan. Karena itu, Pemerintah Kota Tarakan akan mendata ulang kembali warga yang menggunakan LPG tabung melon itu.

“Kita akan data ulang lagi semua. Jadi masyarakat yang berhak, nanti ada kriteria yang kita buat dalam bentuk perwali,” kata Wali Kota Tarakan Khairul, dilansir Antara.

Adapun kriterianya yang berhak mendapatkan LPG 3 kilogram, adalah masyarakat kurang mampu. Kemudian, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), dan nelayan serta petani.

Selanjutnya, akan dikurangi dari mereka yang sudah menggunakan jaringan gas (Jargas). Meskipun awalnya masuk kriteria tidak mampu, maka tidak memperoleh jatah LPG 3 kilogram.

“Demikian juga dengan UMKM harus kita data. UMKM tidak seluruhnya menggunakan bahan bakar elpiji. Misalnya, penjual gorengan dan bakso yang menggunakan,” kata Khairul.

Sedangkan restoran di hotel, tidak boleh menggunakan elpiji. Hal itu yang Pemkot Tarakan akan tata. “Caranya nanti kita kasih kartu by name by address. Dengan kartu itulah para pengguna setiap bulan datang, tapi sementara pendataan pada pangkalan,” katanya.

Hal tersebut, disebabkan karena kelangkaan LPG 3 kilogram, sehingga harga melonjak dari harga normal sampai Rp 85 ribu per tabung. “Kalau dilihat jumlahnya cukup besar, tiap bulan 102.000-105.00 tabung. Kalau itu, kira-kita untuk 30.000 kepala keluarga,” ujarnya. ANT/REI

Saksikan video menarik berikut ini:

Leave A Reply