kurang RP 36.116.653

Retribusi Pasar Tak Capai Target

TELUK BAYUR, DISWAY – Realisasi retribusi Pasar Sanggam Adji Dilayas, hampir memenuhi target Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2020. Hanya terkumpul Rp 2.015.344.249 dari Rp 2.051.460.900. Kurang Rp 36.116.651.

Kepala UPTD Pasar Sanggam Adji Dilayas (SAD) Salehuddin menjelaskan, Rp 1.462.424.249 atau 75 persen penerimaan retribusi dari kios atau ruko. Jumlah itu melampaui terget Rp 1.196.690.900. Sisanya disumbangkan dari sumber penarikan pajak lainnya. Termasuk empat roku di Pasar Teluk Bayur.

Sementara, sumber penerimaan pajak yang lepas dari target, yakni karcis harian mobil dan motor Rp 424.100.000 dari Rp 730.000.000, tempat penyimpanan Rp 21.660.000 dari target Rp 21.900.000. Serta empat ruko di luar pasar yang seharusnya Rp 4.320.000 hanya Rp 3.960.000.

“Tapi persentase tidak terlalu jauh dari target,” ujarnya kepada Disway Berau, Senin (25/1).

Menurut Saleh -sapaan Salehuddin, penerimaan retribusi pasar bukan tidak mencapai target. Namun ada target yang semestinya tidak dimasukkan. Contohnya, target perolehan retribusi kulkas yang masuk dalam objek khusus.

“Sebenarnya, bukan tidak tercapai. Tapi kami tidak melakukan penagihan. Sesuai aturan, pedagang membayar kios include dengan air dan listrik. Sehingga, kami akan mengusulkan agar aturan penarikan pajak diubah atau hapuskan. Karena cenderung menabrak aturan yang sudah ada,” sebutnya.

Jika target yang diberikan tidak tercapai, UPTD tidak bisa mencairkan Upah Pungut (UP). Namun, Pemkab Berau memberikan kebijakan dapat mencairkan UP sesuai persentase pencapaian penerimaan retribusi.

“Ada 4 tahapan mencairkan UP, dan tahun ini kita mendaptkan 75 persen dari target. Sehingga 5 persen masuk ke pengelolaan pasar,” tuturnya

Terkait E-retribusi untuk mempermudah pedagang membayar kewajiban sejak 2018, belum bisa diimplementasikan secara optimal. Karena pedagang lebih memilih pembayaran secara tunai.

“Mereka lebih memilih cara itu dari pada sistem gesek (elektrik). Kemudian kami buatkan bukti untuk stor ke bank,” ujarnya

Dia menjelaskan, pihaknya telah mencoba berkerja sama dengan bank untuk mempraktiskan dengan aplikasi pembayaran melalui ponsel cerdas. “Sistemnya nanti, data pedangang dimasukan ke bank, nanti mereka tinggal membayar memalui aplikasi,” tambahnya.

Sementara, dari kekurangan target tahun sebelumnya, tidak diakumulasi ke tahun berikutnya. Dikatakan Saleh, akan ada target baru.”Untuk 2021, saya belum melihat berapa besaran targetnya,” pungkasnya. *DEW/JUN

Saksikan video menarik berikut ini:

Leave A Reply