Angka Kematian COVID-19 di Kaltim Hampir Seribu

Belum sampai setahun, jumlah kematian akibat COVID-19 di Kalimantan Timur hampir menyentuh angka seribu orang. Data terbaru yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan menempatkan Bumi Etam sebagai enam daerah dengan jumlah penularan terbanyak di Indonesia.

nomorsatukaltim.com – Laju penyebaran kasus COVID-19 semakin mencengangkan. Dalam sepekan ini, jumlah konfirmasi positif baru hampir menembus angka 500 kasus per harinya. Bahkan, kasus kematian dari infeksi virus Corona sudah mencapai 955 korban jiwa.

Dari data Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Kaltim pada Selasa (26/1/2021) menyebut angka konfirmasi positif mencapai 557 kasus. Jumlah itu didominasi dari wilayah Balikpapan, Kutai Kartanegara, dan Bontang. Tiga daerah ini, berkontribusi menyumbang angka konfirmasi positif baru, di atas 100 kasus.

Status zona merah penyebaran COVID-19 pun masih bertahan di seluruh daerah di Kaltim.  Dengan penambahan itu, kini penderita corona sudah mencapai 37.971. Sebanyak 30.403 kasus dinyatakan sembuh. Artinya, masih ada sekitar 7.500 kasus aktif. Sementara, pasien yang menjalani perawatan sebanyak 6.613 orang. Jika kondisi ini terus meningkat, maka rumah sakit dan tenaga kesehatan terancan kolaps karena tak mampu lagi menampung pasien.

Sejauh ini belum ada upaya ekstraordinari untuk mencegah penularan. Kepala Diskes Kaltim, Padilah Mante Runa mengatakan upaya yang dilakukan pemerintah daerah meningkatkan disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Sementara pemerintah menjalankan upaya penanganan dengan meningkatkan 3 T. Tracing, testing dan treatment. Serta upaya vaksinasi yang sedang berjalan Sekarang.

“Jika semua itu bisa dilakukan, tingkat penularan bisa diminimalisir. Dan kesembuhan semakin bertambah,” katanya.

PPKM DIPERPANJANG

Pemkot Bontang memutuskan untuk memperpanjang PPKM hingga batas waktu tidak ditentukan.

Sekretaris Daerah Bontang Aji Erlynawati mengungkapkan hal demikian. Memang sejak berlakunya PPKM, hasilnya belu nyata terlihat. Terutama berupa penurunan angka penyebaran COVID-19. Yang terjadi sebaliknya. Memasuki pekan kedua angka kasus penyebaran justru tinggi. Mencapai 137 kasus sejak Sabtu (23/1/2021).

Karena alasan itu pemerintah berpikir PPKM harus diperpanjang meski tak seketat seperti yang dibayangkan. Ada pengecualian. Kafe, rumah makan dan kedai-kedai masih berhak buka hingga larut malam. Seperti biasanya. Sesuai jam operasionalnya.

Tetapi harus lebih tertib. Pengunjung dibatasi. Maksimal hanya 25 persen saja dari kapasitas kafe tersebut.  “Ya asalkan tertib protokol kesehatan saja,” ungkapnya.

Sebenarnya PPKM bisa menekan penularan. Buktinya kasus mulai landai. 2 hari terakhir kasus terlihat melandai. Di Minggu (24/1/2021) kasus baru 71. Kemudian Senin (25/1) hanya 20 kasus saja. Tapi luasan zona merah bertambah.  Dari total 15 kelurahan di Bontang. Hanya Kelurahan Bontang Lestari saja yang aman. Kasus COVID-19 aktifnya cuma 6 orang.

Kelurahan Loktuan paling ganas. 151 warganya positif mengidap corona. Sebagian ada yang dirawat mandiri. Bahkan di rumah sakit. Dan sudah 7 orang warganya jadi korban COVID-19.

Pemerintah memang gencar melakukan PPKM. Seolah-olah inilah solusi paling jitu menekan penyebaran virus. Tapi kesadaran yang paling penting. Tugas utamanya menyadarkan warga. Caranya beragam bisa persuasif pun sekalian represif.

Angka Kematian COVID-19 di Kaltim Hampir Seribu

Grafis: Putri/Nomor Satu Kaltim

POSITIF

Di Balikpapan, penerapan test antigen acak di dua lokasi, menemukan dua warga positif COVID. Temuan itu berada di posko Jalan Soekarno Hatta km 13 dan di Posko Lamaru.

Dua orang tersebut berasal dari petugas distribusi dari salah satu produk minuman. Kedunya telah diminta melakukan isolasi mandiri. Sementara seorang warga dari luar daerah diarahkan untuk kembali ke daerah asalnya.

Data terbaru Satgas COVID-19 Balikpapan menyebutkan positif COVID-19 pada Selasa (26/1/2021) bertambah sebanyak 117 kasus baru. Kemudian 103 kasus selesai isolasi dan empat kasus positif meninggal dunia.

Juru Bicara Satgas, Andi Sri Juliarty menyampaikan dari 117 kasus yang positif hari ini masih didominasi usia produktif dibawah umur 40 tahun sebanyak 58 kasus.

Dari kasus itu, terdapat 8 anak-anak dan 2 bayi berumur 9 bulan, “sementara untuk klaster yang paling menonjol yaitu klaster perkantoran dan migas”, kata Andi Sri Juliarty dalam keterangan resmi.

Saat ini kondisi kapasitas Rumah Sakit yang menangani Covid-19 di Kota Balikpapan saat ini sebanyak 76 tempat tidur isolasi dari total 467 tempat tidur, sedangkan untuk ruang ICU terdapat 4 tempat tidur dari total 38 tempat tidur dengan rincian 2 ruang ICU bayi dan anak dan 2 dewasa.

Memasuki hari ke-12 penerapan PPKM, dengan masih terus bertambahnya kasus terkonfirmasi Covid-19 yang mencapai 100 kasus per harinya, Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi mengindikasikan adanya perpanjangan dan perubahan pola penerapan pada PPKM.

“Ada kemungkinan PPKM akan diubah pola penerapannya yang tertuju pada perkantoran, swasta, dan lingkungan, karena berdasarkan data, banyak kasus terkonfirmasi dari klaster perkantoran dan lingkungan, ditambah lagi mungkin ada relaksasi bagi para pelaku usaha UKM demi menstabilkan perekonomian,” kata Wali Kota. Tapi, ia menyebut kebijakan akan dijalankan setelah evaluasi. (krv/wal/boy/yos)

Saksikan video menarik berikut ini:

Leave A Reply