Skaters dari 5 Daerah Berkumpul di Samarinda, Ada Apa?

Samarinda, nomorsatukaltim.com – Beberapa hari terakhir. Komunitas skateboard dari berbagai daerah di Kaltim tengah berkumpul di kawasan Polder Air Hitam. Acara itu dibuat tak lebih untuk saling menguatkan antar komunitas. Juga dibuat kompetisi kecil agar kumpul-kumpulnya makin seru.

Dari pantauan nomorsatukaltim.com, puluhan pemain skateboard tengah asyik menari di atas papannya. Di kawasan Polder Air Hitam yang juga dijadikan sentra beberapa cabor itu.

Rupanya sedang ada fun competition yang diikuti komunitas skateboard dari Bontang, Sangatta, Berau, Balikpapan, dan tuan rumah Samarinda. Salah satu penggiat skateboard yang media ini temui, Ashariansyah bilang. Kalau acara itu dibuat sebagai ajang silahturahmi bagi para penggiat papan luncur itu.

“Kami selenggarakan dengan maksud mengembangkan olahraga ini, Mas. Supaya lebih dikenal dan familiar. Asyik kok. Yang terbaik akan mendapatkan baju, kaos, juga papan,” katanya.

Skateboard memang awalnya dikenal sebagai olahraga atraksi. Dan cukup populer di kalangan pecinta olahraga ekstrem. Juga dilambangkan sebagai penunjuk identitas, kalau pemain skateboard itu anak gaul.

Tapi seiring perkembangannya, skateboard juga sudah masuk sebagai olahraga prestasi. Yang diakui oleh federasi olahraga. Baik di Indonesia maupun di level internasional.

Di Samarinda sendiri, pertumbuhan olahraga ini cukup pesat. Maklum, skateboard memang lebih mudah tumbuh di kawasan perkotaan. Kata Ashariansyah, sedikitnya ada 3 komunitas yang aktif bermain dan berlatih. Biasa mereka berlatih di Karang Asam, Lapangan Temindung, dan Polder Air Hitam. Ada seratusan anggota aktif saat ini.

Ke depan, ia berharap agar skateboard dipandang juga oleh insan olahraga. Paling tidak pemerintah bisa menyediakan tempat bermain skateboard yang layak. Sehingga mereka tidak perlu lagi berbagi tempat dengan penggiat olahraga lain di tempat-tempat ramai seperti taman dan komplek olahraga.

Karena di Samarinda sendiri, kata Rian. Fasilitasnya masih sangat minim. Itu pun banyak yang tidak memenuhi standar. Sehingga mereka yang ingin menyeriusi skateboard untuk jadi atlet profesional. Terhalang perkembangannya.

“Pokoknya layak lah. Demi kemajuan skateboard Samarinda sendiri. Bagi pemula supaya lebih nyaman saat latihan. Soalnya dengan kondisi terbatas begini,  susah jadinya. Merasa mengganggu mereka yang lagi joging,” pintanya.

Ariansyah sendiri, merupakan atlet skateboard Kaltim. Ia pernah menorehkan medali emas pada kejuaraan Pornas 2019. Selain juga beberapa kali mendapat medali dari kejuaraan lokal. Ia memulai olahraga itu awalnya hanya melihat teman-temannya bermain. Ia coba, dan ternyata keterusan sampai sekarang. Ketagihan.

“Saya masih ingin (medali) lebih. Semoga akan ada kejuaraan nasional lagi. Infonya bakal ada dari KIS Kaltim. Semoga,” tambahnya.

Rian sendiri tergabung di komunitas yang berlatih di Polder Air Hitam. Hampir setiap hari mereka berlatih. Asal tidak hujan, siap menari di atas papan. Mereka ini pasukan tak takut tantangan. Tapi takut kedinginan. Ehe.

Tak sekadar bermain. Rian juga melatih skateboard bagi pemula. Sambil mempopulerkan cabor itu. Sambil mencari penghidupan juga. Walau tidak besar nominalnya. Karena setiap pertemuan, peserta latih hanya perlu membayar Rp 25 ribu.

“Kalau saya ngelatih, seminggu tiga kali latihannya. Hari Rabu hingga Sabtu. Pokoknya 3 hari. Kita ajarin dari dasar sampai bisa berjalan di atas papan,” ungkapnya.

Soal poin penilaian. Olahraga yang mengutamakan keberanian ini. Tentu dinilai dari tingkat atraktifnya memainkan papan. Setiap trik memiliki poinnya sendiri. Apalagi bagi mereka yang sudah mampu memutar badan.

“Ya, dinilai pada trik dan style-nya. Balance di rel, memutar di atas quarter. Semua masuk kriteria poin penilaian,” pungkasnya. (frd/ava)

Saksikan video menarik berikut ini:

Leave A Reply