Sebulan Konsumsi 70 Ekor, Kubar Butuh Banyak Sapi Produktif

Kubar, nomorsatukaltim.com –  Kubar belum mampu memenuhi  kebutuhan konsumsi daging sapi bagi masyarakat 16 kecamatan. Alhasil, pemkab terpaksa datangkan sapi dari luar daerah.

Sulawesi, NTT bahkan dari Pulau Jawa termasuk pasar impor.

“Karena untuk kebutuhan konsumsi masyarakat 16 kecamatan se-Kubar, selama satu bulan bisa mencapai 60-70 ekor sapi. Itu termasuk dengan pemenuhan daging sapi bagi Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu),” jelas  Kepala Bidang Peternakan, Sapriansyah, Senin (25/1/2021).

Sehingga upaya yang dilakukan Distan adalah menggerakkan petani peternak sapi. Hingga saat ini terus dilakukan melalui budidaya ternak sapi. Hinga 2020 lalu kondisi populasi sapi sebanyak 7.267 ekor. Yang dibudidaya oleh peternak.

“Populasi sapi di Kubar cukup besar. Terbanyak di Kecamatan Barong Tongkok, Linggang Bigung, dan Long Iram,” jelas Sapriansyah.

Namun  jumlah populasi tersebut adalah untuk pengembangan. Jika masyarakat akan melakukan pemotongan hewan ternak sapinya, maka tidak semuanya.

“Dipilih yang jantan dan kurang produktif saja. Jadi budidaya untuk memperbanyak populasi,” tegasnya.

Dalam hal itu  peran Distan mendampingi peternak mengintensifkan perkawinan sapi secara alami, inseminasi buatan dan pola pengembangan lahan bekas tambang.

“Distan Kubar juga mendampingi peternak untuk pembangunan mini ranch. Yaitu sebuah model pengelolaan budidaya sapi pedaging yang dilakukan dilahan penggembalaan yang telah ditingkatkan kapasitas dan kualitasnya melalui berbagai perlakuan ilmiah,” urainya.

Bahkan Distan menjalin kemitraan dengan pejagal. Juga koperasi untuk melakukan penggemukan terutama menghadapi hari besar. “Kemudian pendampingan kegiatan CSR perusahaan,” beber Sapriansyah.

Tak hanya itu. Distan juga melakukan pendampingan anggaran dana kampung dalam budidaya peternakan sapi masyarakat. Terutama pelatihan pakan ternak dan teknis budidaya.

“Termasuk pelayanan kesehatan hewan,”ungkapnya.

Sapriansyah menambahkan, dari jumlah populasi yang ada tersebut, setiap tahun hanya 200-300 ekor saja sapi yang dipotong (sembelih) bagi konsumsi masyarakat. Selebihnya adalah peternak memperbanyak populasi sapi. Agar kedepan Kubar mampu memenuhi kebutuhan daerah sendiri.

“Utama bagi setiap kecamatan yang potensial dalam peternakan sapi. Akan semakin dikembangkan oleh Distan,” tuturnya.

Data resmi Distan Kubar mencatat bahwa, setiap tahun kabupaten ini memerlukan 1.200 hingga 1.600 sapi untuk dikonsumsi.

“Dari populasi itu, sapi jantan yang bisa dipotong bisa mencapai 200-300 ekor setiap tahun. Berarti kekurangan ribuan ekor harus diadatangkan dari luar untuk konsumsi masyarakat,” tandas Sapriansyah. (imy/boy)

Saksikan video menarik berikut ini:

Leave A Reply