Lebih Cepat, Lebih Banyak

Kedatangan Vaksin COVID-19 di Berau

TANJUNG REDEB, DISWAY – Vaksin COVID-19 tiba sebanyak 4.000 dosis di Bumi Batiwakkal, Senin (25/1) kemarin. Lebih cepat dari jadwal sebelumnya, bahkan dosisnya lebih banyak dari jatah awal tahap pertama, yakni 1.800.

Distribusi vaksin ke Berau, informasi awal rencananya tiba April mendatang, sementara dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau, mendapatkan informasi terbaru akan tiba Februari. Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau, Iswahyudi.

“Nah ternyata ini lebih cepat datangnya. Waktu itu juga kami dapat informasi vaksin akan tiba April, tapi memang informasi itu belum jelas,” jelasnya kepada Disway Berau, Senin (25/1).

Terkait jumlah, Iswahyudi mengakui, awalnya hanya mendapat jatah 1.800 dosis. Karena stok di Kementerian Kesehatan (Kemenkes) hanya 3 juta vaksin untuk seluruh Indonesia. Namun, kali ini berbeda, karena Pemerintah Pusat telah kedatangan sebanyak 15 juta vaksin. “Itu kenapa jumlahnya jadi 4.000 dosis yang diterima,” jelasnya.

Lanjutnya, kedatangan vaksin dikawal ketat. Mulai dari Bandara Kalimarau hingga ke UPTD Instalasi Farmasi Berau. “Semua tim terlibat dalam pengawalan dan pengawasan vaksin ini,” katanya.

Diakuinya, sebanyak 1.885 tenaga kesehatan (nakes) akan mendapatkan vaksin tahap pertama ini. Selain itu, ada 10 pejabat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Yang artinya 1.895 dosis akan terpakai.

“Itu sudah ada datanya. Tapi memang prioritas ini untuk tenaga kesehatan terlebih dahulu,” ungkapnya.

Lanjutnya, vaksin yang tiba akan disimpan dalam wadah khusus, sesuai dengan anjuran ataupun prosedurnya. Tepatnya di dalam boks pendingin bersuhu 2 hingga 8 derajat celcius. “Itu saja aturannya. Yang penting wadahnya cukup,” tuturnya.

Setiap nakes, kata Iswahyudi, tetap sesuai skema awal akan mendapatkan vaksin dua kali. Dan vaksin pertama akan dilaksanakan Kamis (28/1) mendatang. Sementara, vaksinasi kedua akan dilakukan 14 hari setelahnya.

“Itu ketentuannya,” tegasnya.

Pelaksanaan vaksin akan dilakukan pukul 09.00 Wita di Balai Mufakat, Jalan Cendana atau rumah jabatan Bupati Berau. “Petugas untuk vaksin pertama itu sudah ditunjuk dan semua berasal dari Puskesmas Bugis,” bebernya.

Iswahyudi menyebut, bahwa penerima vaksin pertama adalah Bupati Berau. Menyusul Forkopimda lain. “Kemudian tenaga kesehatannya. Untuk siapa saja orangnya, nanti dilihat ketika di Balai Mufakat,” tegasnya.

Sejauh ini, Iswahyudi belum mendapatkan adanya nakes yang tidak bersedia untuk di vaksin. Namun, kemungkinan tak semua nakes bisa divaksin. “Semua tergantung kondisi si nakes lagi,” katanya.

Iswahyudi menyebut, kemungkinan proses vaksinasi tahap pertama ini akan berlangsung sekira satu tahun. Karena, setiap sesi hanya akan melayani sekira 20 orang saja. Dan dalam sehari bisa dilakukan dua sesi.

“Nah, kami belum tahu nanti bagaimana proses vaksinasi di puskesmas. Apakah bisa sama-sama berjalan atau seperti apa,” ungkapnya.

Untuk tenaga kesehatan, tak lagi sama dengan konsep awal. Pada awalnya, nakes yang mendapat vaksin harus mendapat undangan terlebih dahulu. Namun kali ini berbeda. Karena, nakes yang akan mendapat vaksin datanya sudah ada di Dinkes.“Semua tercatat di aplikasi T-Care,” bebernya.

Diberitakan sebelumnya, pemerintah Pusat telah mendistribusikan vaksin COVID-19 ke berbagai daerah di Indonesia. Tahap pertama, Kalimantan Timur (Kaltim) mendapatkan jatah 25.520 dosis, sementara Berau hanya 1.800 dosis.

Jatah vaksin COVID-19 Kaltim, baru tiba pukul 08.10 Wita di Balikpapan, Selasa (5/1). Dan belum didistribusikan ke 10 kabupaten/kota di Kaltim. Kebutuhan vaksin tenaga kesehatan tahap awal ini, Kota Samarinda paling banyak mendapatkan jatah 6.000 dosis, sementara Berau di urutan ke-5.

Iswahyudi mengatakan, vaksin itu akan diprioritaskan untuk tenaga kesehatan (Nakes) tahap pertama ini. Walaupun jumlah vaksin yang diterima 1.800 dosis, nakes yang bakal menerima vaksin hanya 900 orang saja.

Dikatakannya, dengan jumlah 1.800 vaksin, masih banyak nakes yang belum mendapat jatah. Karena, jumlah nakes di Berau lebih dari 2.000 orang.

“Jadi memang masih kurang banyak, dan kami juga masih menunggu petunjuk dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes),” katanya.

Untuk 900 nakes yang akan mendapat vaksin pertama kali, Iswahyudi juga mengaku belum mengetahui pasti. Apakah semua nakes di RSUD dr Abdul Rivai Tanjung Redeb, atau Puskesmas dan Dinas Kesehatan juga akan mendapat vaksin itu, untuk kloter pertama.

Diungkapkannya, bisa saja nakes yang bertugas di RSUD dr Abdul Rivai hanya setengah saja yang mendapat vaksin kloter pertama. Dan sisanya diberikan kepada Puskesmas atau klinik swasta.

“Setiap nakes bisa mengakses statusnya, apakah tercatat sebagai penerima vaksin atau tidak dengan mengecek Nomor Induk Kependudukan-nya di situs resmi pemerintah,” ungkapnya.

Yang pasti, ditegaskannya, belum diketahui siapa saja yang sudah mendapat undangan untuk vaksin kloter pertama. Karena, pihaknya belum mendapat laporan nama-nama nakes yang akan divaksin.

“Kami belum tahu apakah yang mendapat undangan vaksin sudah 900 orang atau belum,” jelasnya.

Iswahyudi menyebut, di Indonesia hanya tersedia 3 juta vaksin. Yang artinya, hanya 1,5 juta tenaga kesehatan saja yang akan mendapat vaksin tahap pertama.

“Nah, di Indonesia pun stoknya tidak banyak. Wajar saja kalau Berau hanya mendapat 1.800 vaksin,” ungkapnya. */fst/app

Saksikan video menarik berikut ini:

Leave A Reply