PAUD Bentuk Karakter Anak

TANJUNG REDEB, DISWAY – Tahun ajaran baru Tahun 2020, pendaftar Pendidikan Anak usia Dini (PAUD) di Berau turun. Sesuai data Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (HIMPAUDI) Berau.

Padahal, kata psikolog klinis yang juga konselor Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Berau, Herlina Saputri, pembentukan karakter dan tumbuh kembang anak berada di jenjang itu.

Dijelaskannya pendidikan harus diberikan di golden age atau masa keemasan anak. Harus dibimbing oleh pendidik yang mumpuni. Pelajaran dengan orangtua diyakini Herlina tidak bisa maksimal.

Dia menjelaskan, ada beberapa aspek yang belum tentu orangtua di rumah akan mengerti. Contohnya aspek kognitif, seni, sosial dan emosional.

“Di PAUD ada polanya. Orangtua mungkin bisa mengajari, tetapi tidak semua mengerti dan sabar,” jelasnya kepada Disway Berau, belum lama ini.

Herlina Saputri mengungkapkan, pembelajaran di golden age mengedepankan pembentukan karakter dan sosial. Anak golden age, tambahnya, tidak bisa belajar sesuatu yang abstrak.

“Anak PAUD pemikirannya masih sederhana. Makanya harus konkret dan step by step,” tandasnya.
Ia mengakui, pembelajaran daring sangat menghambat pembelajaran maksimal. Dia mengungkapkan, hasil survei Ikatan Psikolog Indonesia, selama pandemik, anak-anak kesulitan belajar. Dan dalam survei tersebut, terdapat kategori PAUD.

“Karena sebagian orangtua tidak sabar mendampingi anak. Ketika ada tugas, kadang orangtua tidak mendampingi, tetapi mengerjakannya. Karena tidak sabar dan cenderung ambisius terhadap nilai,” katanya.
Makanya, Herlina Saputri mengharapkan ada titik temu. Berkolaborasi pihak PAUD dengan orangtua. (RAP)

Saksikan video menarik berikut ini:

Leave A Reply