Mengenal Kasat Reskrim Polres Berau, Ferry Putra Samodra: Bertindak meski Dibenci

Ferry Putra Samodra baru beberapa hari menjabat Kasat Reskrim Polres Berau. Menggantikan Rido Doly Kristian yang diangkat menjadi Kasisidik Subditgakkum Ditpolairud Polda Kaltim.

Perwira polisi dengan pangkat tiga balok di pundak ini berjanji. Untuk tidak memberi ampun. Kepada pelaku tindak pidana.

Walau mantan Kasat Reskrim Polres Paser menyadari. Risikonya mungkin tidak kurang berkenan bagi sebagian orang. Dibenci malah.

Itu pernah dialami lulusan Akademi Kepolisian Tahun 2009 ini. Pada jabatan sama sebelumnya. Di Paser.
Ayah dua anak ini mengungkapkan, di balik tindakan tegas, ada saja yang tidak suka. Ada beberapa kasus yang ditangani dibenci oleh oknum yang disebutnya memiliki kepentingan tertentu. “Ya jalani saja. Penegakan hukum harus dilakukan,” ujarnya kepada Disway Berau, belum lama ini.

Di Polres Berau, salah satu komitmen Ferry adalah kasus korupsi. Yang jelas-jelas merugikan negara. Apalagi di masa pandemik COVID-19.

“Yang akan menjadi salah satu fokus saya adalah penyelesaian tindak pidana korupsi. Tapi baru dipelajari apa saja,” tandasnya.

Ia pun mengingatkan pengguna anggaran lebih hati-hati dalam pengelolaan. Jangan sampai ada penyalahgunaan. “Saya tidak segan menindak para tikus-tikus berdasi,” tegasnya. Tikus berdasi adalah istilah untuk koruptor.

Namun di Polres Berau, sesuai rilis akhir 2020 lalu, ada lima kasus menonjol. Kapolres Berau, AKBP Edy Setyanto Erning Wibowo sebelumnya mengungkap, kasus itu adalah narkoba, pencurian dengan pemberatan, perlindungan anak, minuman keras dan pencurian kendaraan bermotor.

Kasus pengungkapan narkoba merupakan yang terbesar. Tercatat ada 89 kasus yang berhasil diungkap. Pengungkapan narkoba di tahun 2020 masih lebih sedikit dibanding tahun 2019 yang berhasil mengungkap 104 kasus. (FST)

Saksikan video menarik berikut ini:

Leave A Reply