Market Ritel di Berau Masih Besar

TANJUNG REDEB, DISWAY – Industri ritel modern masih menunjukkan tren positif. Sepanjang tahun 2020, aktivitas perniagaan itu meningkat sebanyak 16 ritel di Kabupaten Berau.

Kasi Perdagangan Dalam Negeri Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau, Fitriansyah mengungkapkan, prospek industri ritel modern tumbuh positif. Sebab, market toko ritel masih besar. Pasarnya masih terbuka lebar.

Kini, kata dia, total keseluruhan ritel modern dan nasional di Bumi Batiwakkal sebanyak 39 ritel. Yang didominasi Kecamatan Tanjung Redeb. Namun, data itu belum valid.

“Data yang tercatat angkanya menunjukkan segitu,” katanya kepada Disway Berau, Jumat (22/1).

Memastikan jumlah, Fitri -sapaan akrabnya, akan melakukan penjaringan ke sejumlah ritel modern. Selain itu, untuk memastikan apakah pengusaha ritel melaporkan atau memiliki izin usaha. Karena, pembangunan ritel saat ini telah dipermuda dengan sistem pelayanan perizinan berusaha terintegrasi secara elektronik (OSS).

“Kalau melihat data, ada dua ritel yang tidak melapor. Namun, belum bisa memastikan lagi, apakah banyak pengusaha yang tidak membuat izin dan laporan. Karena itu bukan ranah kami,” jelasnya.

Fitri berharap, pertumbuhan industri ritel di Kabupaten Berau dapat berkembang pesat. Karena dapat membantu pemulihan ekonomi nasional, baik sisi perdagangan maupun konsumsi.

Selain itu, pengusaha ritel tidak hanya konsen di empat kecamatan besar, yakni Tanjung Redeb, Sambaliung, Gunung Tabur dan Teluk Batur. Tapi dapat melihat prospek di luar empat kecamatan tersebut. Tujuannya, memudahkan masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Kalau di daerah kecamatan kota memang sudah banyak. Perkembangan ritel di seluruh kecamatan di Berau sangat diusahakan,” sebutnya.

Seiring perkembangan wilayah modern, masyarakat lebih suka berbelanja kebutuhan sehari-hari di toko maupun ritel modern yang lebih praktis dan mudah.

Sementara, perkembangan pertumbuhan konsumsi barang yang menjadi kebutuhan sehari-hari atau fast moving consumer goods (FMCG), dimana produk memiliki perputaran omzet dengan cepat dan biaya relatif rendah. Cenderung berkembang dan menjadi andalan penjualan ritel.

“Saat ini belum dapat mengatakan berapa angka pasti jumlah peningkatannya. Semenjak COVID-19 merebak Maret 2020, ada penurunan konsumsi, sekitar 20 persen. Tapi sekarang diproyeksi semakin membaik,” pungkasnya. *RAP/JUN

Saksikan video menarik berikut ini:

Leave A Reply