Graha Indah Langganan Banjir, Anggota Dewan Janji Bantu Rp 5 M

Balikpapan, nomorsatukaltim.com – Banjir juga menghantui warga Balikpapan. Curah hujan yang meningkat selama dua pekan belakangan, memicu banjir di sejumlah area. Salah satunya di perumahan Graha Indah, yang terendam air mencapai satu meter, Sabtu (23/1/2021).

Isna, warga jalan Padat Karya, RT 61, Graha Indah, Balikpapan Utara, mengaku lahannya yang dekat dengan salah satu pesantren di situ, terimbas banjir yang muncul setiap hujan deras. Setiap hujan selama lebih kurang empat jam, pasti banjir. “Tingginya sampai batas drum saya,” ujarnya sambil menunjuk drum berukuran lebih dari satu meter.
Ia menyebut, kondisi banjir itu tak berlangsung seharian. Hanya pada saat hujan saja. “Kalau sekarang sudah surut,” ungkapnya, saat dihubungi, Minggu (24/1/2021) petang.

Saat banjir tiba, ia kerap menyaksikan para santri dan anak-anak sebaya, berenang di air keruh. Sementara hewan liar seperti ular piton, bisa menjadi ancaman bagi anak-anak yang berenang. Menurutnya jika sudah banjir begini, butuh waktu berjam-jam menunggu air sampai surut. Itu pun kalau tidak terjadi hujan lagi. “Apalagi di perumahan Jokowi itu, tergenang rumahnya semua,” ungkapnya.

Ia menyebut, permasalahan banjir ini sudah disampaikannya kepada perwakilan di DPRD Balikpapan. Beruntung laporannya langsung mendapat respons baik. Komisi III DPRD Balikpapan, dipimpin Politisi Partai Golkar, Alwi Al Qadri didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Balikpapan Andi Yusri Ramli, meninjau lokasi banjir, Sabtu (23/1/2021).

banjir

Alwi Al Qadri.

Alwi menyebut, salah satu penyebab banjir yakni kondisi gorong-gorong di sekitar perumahan tersebut yang perlu dibersihkan agar aliran air lancar. Untuk membersihkan gorong-gorong, jalan umum yang selama ini menjadi akses mobilitas warga harus dibongkar sementara. Kemudian, baru jalannya ditinggikan dengan proses semensisasi.

Alwi mulai menghitung anggaran yang diperlukan untuk menyelesaikan banjir yang menggenang belasan hunian di perumahan Jokowi dan pesantren tersebut. “Yang jelas anggaran untuk APBD murni sudah dialokasikan dari dana DAK (Dana Alokasi Khusus),” ujarnya.

Ada sekitar Rp 5 miliar dana DAK. Salah satu programnya untuk penanganan banjir yang akan digunakan di jalan Padat Karya. “Yang kami khawatirkan, jangan sampai sudah dianggarkan, ternyata masih banjir lagi,” katanya.

Kepala PU Balikpapan Andi Yusri Ramli merespons kekhawatiran Alwi. Menurutnya secara konstruksi, pekerjaan membersihkan gorong-gorong dan meninggikan badan jalan, tidak sulit. Ia hanya berharap agar proses pengadaannya bisa berjalan lancar supaya pengerjaannya bisa segera berjalan.

Ia menyebut, proses pengerjaannya antara lain meninggikan badan jalan minimal satu meter, pengangkatan sedimen-sedimen yang menumpuk, dan perbaikan saluran. Gorong-gorong akan diperbesar sekitar empat meter. “Mudahan sebelum akhir tahun, jalan sudah bisa dinikmati kembali dengan kondisi yang lebih bagus dan lebih luas,” katanya.

Menurutnya, di tahun 2021, Pemkot Balikpapan memang sudah merencanakan program perbaikan ruas jalan. Khususnya di jalan Padat Karya, sepanjang 1,800 meter. Dananya berasal dari DAK senilai Rp 5 miliar. Anggaran itu juga termasuk untuk memperbaiki beberapa lokasi rawan longsor dengan cara pembuatan siring. “Paling lambat, di akhir bulan Maret itu sudah bisa kami laksanakan pengerjaannya,” imbuhnya. (ryn/dah)

Saksikan video menarik berikut ini:

Leave A Reply