BUMDes di PPU, Untung Sesuai Kearifan Lokal

PPU, nomorsatukaltim.com – Salah satu fungsi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) ialah untuk mencari keuntungan. Lalu juga tempat pemberdayaan masyarakat sebagai bukti kemandirian desa.

Tapi jangan lupa. Fungsi utama lembaga itu ialah untuk melayani kebutuhan ekonomi masyarakat desa. Bersifat pelayanan umum serta menjadi lembaga sosial. Yang sudah barang tentu harus berpihak kepada kepentingan masyarakat.

Maka itu disampaikan melalui kontribusinya dalam penyediaan pelayanan sosial. Seperti yang telah dilakukan BUMDes Bintang Laut milik Desa Babulu Laut.

“Unit usaha yang kami dijalankan adalah usaha yang sesuai dengan kearifan lokal di sini. Dan menjadi kebutuhan penting masyarakat,” kata Direktur BUMDes Bintang Laut di Desa Babulu Laut, Dedi Sulaiman baru-baru ini.

Bintang Laut menjadi salah satu BUMDes paling produktif yang ada di daerah berjuluk Benuo Taka ini. Sepanjang tahun 2020, mampu memperoleh keuntungan Rp 110,57 juta.

Untuk unit usaha yang sementara ini berjalan ada 3 unit usaha. Yaitu penyewaan mesin panen padi, kemitraan melalui BRI Link, dan kemitraan usaha bengkel sepeda motor.

“Tiga unit usaha itu sesuai dengan mayoritas kebutuhan warga Babulu Laut,” sebutnya.

Seperti unit usaha penyewaan mesin panen padi. Yang merupakan usaha dengan keuntungan paling tinggi. Ideal dengan keperluan masyarakat yang rata-rata berprofesi sebagai petani padi.

Untuk penyewaan mesin panen padi tahun 2020 memperoleh pendapatan kotor Rp 143 juta. Rinciannya, dari jumlah itu kemudian dikurangi biaya pembuatan tangga penyeberangan sawah Rp 10 juta. Dan biaya penyusutan mesin Rp 31,25 juta. Sehingga keuntungan bersih Rp101,75 juta.

“Ya, tentu disisihkan untuk kebutuhan sarana dan prasarana yang digunakan masyarakat dari situ,” ungkapnya.

Kemudian untuk unit usaha kemitraan BRI Link pada 2020 memperoleh keuntungan kotor Rp 11,32 juta. Unit usaha ini menjadi opsi warga setempat untuk memenuhi kekurangan modal usaha.

Ada yang digunakan untuk mengembangkan usaha. Ada juga yang digunakan untuk modal melaut para nelayan. Dari nilai tadi, kemudian dikurangi pengeluaran untuk membeli brankas senilai Rp2,5 juta. Jadi pendapatan bersihnya adalah Rp 8,82 juta.

Berikutnya adalah unit usaha kemitraan bengkel sepeda motor. Dengan keuntungannya Rp 6,28 juta. Dalam usaha ini tidak ada beban pengeluaran. Karena memang sifatnya kemitraan tadi. Usaha berjalan hanya menitipkan sparepart mesin yang diperlukan oleh beberapa bengkel mitra kerjanya.

Dalam usaha ini BUMDes juga memperoleh pendapatan lain-lain berupa bunga bank senilai Rp 1,13 juta. Sedangkan untuk biaya operasional BUMDes dalam satu tahun hanya Rp 7,08 juta.

Dari keuntungan total Rp 110,57 juta tadi, itu kemudian dibagi berdasarkan AD/ART BUMDes. Di antaranya untuk dana sosial sebesar 5 persen atau Rp 5,52 juta. Dan untuk tambahan penyertaan modal usaha sebesar 20 persen atau Rp 22,11 juta.

Kemudian yang disisihkan untuk Pendapatan Asli Desa (PADes) Babulu Laut, sebesar 30 persen atau senilai Rp 33,17 juta.

Terakhir untuk pengurus BUMDes Bintang Laut sebesar 45 persen atau senilai Rp 49,76 juta. Tentu ke depan akan ada pengembangan usaha.

“Bisa saja ada beberapa unit usaha yang akan kami buka. Karena melihat masih banyak potensi yang bisa kami ambil. Itu seperti bidang usaha pengadaan sparepart untuk mesin kapal,” pungkas Dedi. (rsy/boy)

Saksikan video menarik berikut ini:

Leave A Reply