Ini Dia, Proyek Landscape PPU yang Ditarget Rampung Tahun Ini

PPU, nomorsatukaltim.com – Proyek landscape di depan Kantor Bupati Penajam Paser Utara (PPU) hampir rampung. Hal yang sudah dinantikan oleh publik.

Pembangunan dimulai pertengahan tahun lalu. Harusnya rampung akhir 2020. Tapi kontraktor lamban. Dan baru bisa rampung April 2021. Hingga akhirnya dikenai denda keterlambatan. Terlepas dari itu semua, tempat ini tak lama lagi akan dibuka.

“Nanti itu dibuka harus melihat kondisi COVID-19. Kemudian kita tahap finishing. Karena saya tidak mau juga jika tidak selesai 100 persen,” kata Bupati PPU Abdul Gafur Mas’ud (AGM), Selasa (19/1/2021) lalu.

Cita-cita pemkab untuk membangun taman ini sejatinya sudah berlangsung lama. Namun perencanannya baru bisa dijalankan sejak 2019 lalu.

Dan akhirnya dapat restu dibangun di 2020. Bahkan jadi prioritas. Meski menuai banyak sorotan di awal berjalannya, faktanya proyek terus berlanjut. Penyebabnya karena lolosnya pembangunan dari instruksi rasionalisasi anggaran. Pemkab PPU menggelontorkan dana Rp 24.586.335.000.

Lokasi yang dipilih yakni tepat di depan Kantor Bupati PPU. Tempat yang selama ini digunakan untuk menggelar apel pemerintahan. Sedangkan tempat untuk upacara dialihkan ke sisi belakang kantor.

Seperti judulnya, area ini dibangun untuk kepentingan masyarakat umum. Alasannya karena selama ini PPU belum memiliki tempat yang representatif sebagai tempat berkumpul.

Di atas lahan seluas sekira 1 hektare itu juga terdapat pusat bermain untuk anak-anak. Area anak muda serta komunitas untuk menyalurkan hobi.

Seperti skate park, sarana olahraga serta jogging track. Kemudian ada tempat menyalurkan ekspresi. Seperti tempat berdiskusi atau juga menggelar pertunjukan. Bangku-bangku juga disediakan di sini.

Di sini juga terdapat ruang untuk UMKM. Segmen lainnya juga terdapat tempat berkumpul bagi keluarga sembari menikmati visual air mancur menari.

Dilengkapi dengan taman bermain anak lengkap, dengan plaza atau alun-alun yang diperindah dengan berbagai tanaman hias. Termasuk pohon peneduh di sekelilingnya.

Selain itu, pada taman tersebut juga akan dibangun patung tematik dengan ukuran besar. Salah satunya, adalah ikon daerah, yakni Rusa Sambar. Dilengkapi beberapa patung rusa sambar.

Ada dua tugu mencolok terlihat. Yang pertama ada tugu berbentuk tiang bulat. Di ujungnya terdapat seekor burung elang dan bola dunia. Satu tugu lebih spesial lagi.

Yaitu tugu penyembolum. Atau tugu perdamaian khas suku asli setempat. Suku Paser. Lebih lanjut, hingga kini lokasi itu belum mempunyai nama resmi. Belum ditentukan. “Masih pikirkan dulu,” sebutnya.

Tapi, AGM sedikit membocorkannya. “Mungkin nanti namanya Taman Demokrasi. Karena nanti semua orang bisa berkumpul di situ,” jelasnya.

Yang pasti, dari semua kontroversi yang sempat ditimbulkannya, ia berharap taman ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat berjuluk Benuo Taka. Sebagai tempat rekreasi atau sekedar untuk melepas kepenatan.

Untuk anak muda, diharapkan mampu menjadikan tempat ini sebagai wadah kreatif dan berkarya. Hingga saat ini, puluhan pekerja ada di beberapa sudut proyek. Mereka diarahkan untuk bekerja cepat dalam proses penyelesaian. Agar tak lagi kena sanksi. (rsy/boy)

 

Saksikan video menarik berikut ini:

Leave A Reply