Warung Kopi Nusantara; Kopi Berkualitas dari Perjalanan Keliling Nusantara

Sebelum menjajaki bisnis kopi, Didin Hamid melakukan riset. Dari riset ia tahu kopi adalah bisnis yang akan terus bertumbuh dari waktu ke waktu.

Ferry Cahyanti, Balikpapan

Balikpapan, nomorsatukaltim.com – Berangkat dari itu Owner Warung Kopi Nusantara ini memutuskan memulai usaha warung kopi pada 2017 lalu. Di mana pada 2016, ia memutuskan untuk berhenti bekerja. Didin dulunya karyawan perusahaan asing di bidang keuangan selama 20 tahun lamanya.

“Tahun 2016 bisnis kopi belum menjamur seperti sekarang. Saat itu pertimbangan awalnya adalah kopi merupakan bisnis yang dapat dikerjakan sendiri. Waktu itu tidak perlu banyak orang, sudah bisa jalan (bisnisnya),” kata Didin Hamid saat dijumpai di Warung Kopi Nusantara, Kamis (21/1/2021).

Pria kelahiran Sumbawa, Nusa Tenggara Barat ini bukanlah pencinta kopi.  Juga bukan orang yang pernah bergelut di bidang usaha kopi. Namun, ia optimistis dengan usaha yang dijalani. Keseriusannya untuk memulai bisnis pasti akan meraih keberhasilan.

“Karena yakin UKM (usaha kecil menengah) itu mampu bertahan di tengah kondisi ekonomi apapun. Dan mampu menyerap jumlah tenaga kerja yang besar,” ucapnya, optimistis.

Selanjutnya, memulai usaha yang bermodal riset, 2016 dimulai dengan memproduksi kopi dengan jumlah yang tidak besar. Selain itu, sejumlah perizinan dan pelatihan untuk mengembangkan usaha diikuti.

Warung Kopi Nusantara adalah usaha kecil menengah (UKM) berbendera UD Deli Koffie. Yang dibuka memiliki konsep lawas dilengkapi dengan ornamen barang antik. Seperti setrika uap, guci, dan telepon tuas yang tersusun dengan rapi sebagai dekorasi ruangan. Nuansa yang membuat semua kalangan dapat bersantai sembari bernostalgia.

Didin menjelaskan, alasan memilih konsep itu sebenarnya hanya memanfaatkan barang-barang yang dia miliki. Sekaligus pula dapat meminimalkan biaya investasi. Hal tersebut juga yang menjadi dasar keputusan yang dia ambil untuk membuka warung ketimbang kafe.

“Ini menyasar semua kalangan, jadi (masyarakat) yang bawah bisa masuk, yang atas bisa turun, enggak ada yang dirugikan,” ungkapnya yang ditemani isterinya saat wawancara.

Di sisi lain, juga terdapat cerita di balik penyematan nama Nusantara di warung kopi tersebut. Tidak lain adalah Didin karena mempelajari sendiri proses pengolahan kopi. Mulai dari pengolahan biji kopi, proses penggilingan (grind), teknik roasting serta di saat penyeduhan.

Kemampuan itu dia dapatkan dengan bepergian langsung ke berbagai daerah di Indonesia seperti Pontianak, Aceh, Medan dan kota-kota lainnya. “Orang-orang bilang otentik dan kopi paling serius di Balikpapan,” tutur Didin.

kopi

Nating, salah satu jenis biji kopi Arabika berwarna hijau yang dimiliki Warung Kopi Nusantara.

Selain itu, dalam penyajian pun tidak kalah unik. Warung Kopi Nusantara juga menyediakan berbagai menu yang menarik seperti kopi gula merah, kopi telur, kopi gula batu yang dilengkapi dengan makanan khas tempo dulu seperti bakpia dan kue sagu.

Serta 3 pilihan es batu seperti es batu kopi, es batu putih dan es batu coklat yang membuat sensasi minum es kopi tidak kehilangan rasa bahkan di saat es batu mencair.

Sementara itu, dengan modal awal Rp 300 juta, saat ini Didin dapat melayani pelanggan hingga ratusan orang per hari. Selain itu, dia juga menjual varian biji kopi dari harga mulai Rp 150 ribu hingga Rp 2,4 juta per kilogram. Yang diolah dari jenis biji kopi Arabika dan Robusta.

Bahkan saat ini, UD Deli Koffie memiliki kapasitas produksi sebesar 3.500 ton per triwulan. Terdiri dari biji kopi Arabika berkualitas (Specialty Arabica) dan biji kopi Robusta terbaik (Finest Robusta). “Kami juga menjual biji kopi sangrai dengan kapasitas 18 ton per bulan dan melayani banyak kedai kopi, hotel, restoran dan lainnya,” ujar Didin.

UKM UD Deli Koffie Indonesia dan Warung Kopi Nusantara di Kota Balikpapan kini juga menjadi satu-satunya Eksportir Terdaftar Kopi di Kalimantan dari Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Republik Indonesia.

Untuk itu, pihaknya menargetkan akan melakukan ekspor. “Komunikasi dengan pihak pembeli juga terus dilakukan. “Kami sudah menjual produk kopi ke Dubai, Uni Emirat Arab serta terus menjalin relasi bisnis dengan beberapa kandidat pembeli dari Perancis dan Belanda,” pungkasnya. (eny)

 

Saksikan video menarik berikut ini:

Leave A Reply