‘Ngopi Sore’ Ngomongin Kota Samarinda

Kota Samarinda sudah berusia 353 tahun. Selama lebih tiga setengah abad, ibu kota provinsi Kalimantan Timur, masih menghadapi segudang masalah. Tapi kita tak boleh menyerah.

nomorsatukaltim.com – BANYAK potensi dan daya tarik Kota Samarinda yang masih terpendam. Dari sektor pariwisata, sampai perdagangan. Hal ini disampaikan mantan Penjabat (Pj) Wali Kota Samarinda Tahun 2015, Meiliana.

Ia menyebut, banyak sektor yang perlu dibenahi. Salah satunya sektor pelesiran itu. Mengingat, Samarinda punya beragam tujuan wisata potensial untuk dikembangkan.

“Banyak tempat wisata, tapi belum di-create. Contohnya, seperti Air Terjun Berambai dan Puncak Samarinda. Itu potensial, tinggal bagaimana kita mengolahnya,” ujar Meiliana, dalam acara Ngopi Sore: Ngobrol Pintar dan Inspiratif, Kamis (21/1/2021).

Ngopi Sore ini program mingguan yang digagas Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim dengan Harian Disway Kaltim dan nomorsatukaltim.com.  Digelar setiap Kamis sore pukul 16.00. Ditayangkan secara live di media sosial milik Diskominfo Kaltim dan nomorsatukaltim.com.

Kemarin sesi perdana. Juga didukung Hotel Aston dan BanKaltimtara. Temanya “Harapan Samarinda untuk Kaltim”. Bertempat di Sixteen Lounge Hotel Aston Samarinda, Meiliana menjadi tamu perdana acara itu.

Menurut, mantan penjabat Sekretaris Provinsi Kaltim itu, posisi Samarinda sebagai calon kota penyangga ibu kota negara, membuka kesempatan terus berkembang. “Segala sektor akan bergerak, karena itu  semua pihak harus berperan,” ujarnya.

Infrastruktur harus dibenahi. Banjir harus diatasi, sumber daya manusia ditingkatkan dan UMKM harus menjadi sektor ekonomi utama. Meiliana mengakui hal itu memang tidak mudah. Namun dengan sinergitas semua pihak, pemerintah, masyarakat, dan para pemuda. Ia meyakini  mimpi besar itu bisa terwujud.

“Memang tidak gampang. Tapi bukan tidak mungkin,” ucapnya optimistis.  Memulainya, kata Meiliana, tidak perlu dengan hal besar. Namun dengan hal kecil di sekitar kita. Misalnya, dengan tidak membuang sampah sembarangan untuk mencegah banjir.

Di kala pandemi seperti sekarang, disiplin menerapkan protokol kesehatan, bisa mencegah penyebaran virus.

Meiliana juga mengisahkan pengalamannya saat menjabat sebagai Pj Wali Kota Samarinda. Dengan waktu menjabat hanya 5 bulan, ia berusaha melakukan tugasnya dengan maksimal.

“Saya mengedepankan perbaikan pelayanan publik. Saya pantau puskesmas sampai ujung Samarinda Utara. Di sana bantalnya sudah tidak layak. Saya ganti. Tidak ada anggaran, saya belikan. Karena pelayanan itu harus bersih,” kisahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Natasya Priyanka Simanjuntak hadir mewakili suara dari pemuda kota. Putri Pariwisata Kaltim 2018 ini menyebut. Pemuda memiliki peran besar dalam membangun branding kota. Dengan menonjolkan sisi positif kota Samarinda dan membagikannya di sosial media. Dengan begitu, Samarinda bahkan Kaltim dapat lebih dikenal oleh masyarakat dunia.

“Siapa pun bisa menjadi ambassador. Meski kita tidak bisa langsung mengubah sesuatu. Minimal kita sudah menjadi promotor,” ungkap dara ayu ini.

Sebagai duta wisata, ia juga mengajak masyarakat Kaltim. Untuk menikmati dan mengeksplorasi destinasi wisata yang ada di dalam daerah. Menurutnya, banyak destinasi wisata yang tersebar di seluruh kabupaten/kota di bumi etam. Yang tak kalah eksotis dan menarik dengan daerah-daerah lain di luar Kaltim.

“Kita nikmati dulu daerah wisata kita. Sebelum keluar kota atau ke luar negeri,” tandasnya.

Di hari jadi Kota Samarinda hari ini, Priyanka berharap, kota ini mampu melalui bencana yang sedang dihadapi bersama. Pandemi COVID-19. Mengingat saat ini, penularan virus semakin masif terjadi. Dan Kaltim memasuki zona merah di seluruh daerah. “Semoga segera terbebas dari bencana,” harapnya.

Bincang Ngopi Sore hadir setiap pekan dengan topik kekinian. Acara kemarin dipandu oleh Leliyana. (krv/yos)

Saksikan video menarik berikut ini:

Leave A Reply