Mendesak, Jalan Rusak Loa Kulu Harus Dianggarkan

Kukar, nomorsatukaltim.com – Akhirnya ada titik terang. Terkait kondisi jalan rusak di Kecamatan Loa Kulu. Akan diakomodasi di APBD perubahan 2021. Terburuk, di APBD 2022.

Jalan rusak Loa Kulu sendiri mengganggu warga tiga desa. Yakni Desa Jembayan Dalam, Desa Lung Anai dan Desa Sungai Payang. Wakil Ketua DPRD Kaltim M Samsun bahkan turun ke lapangan meninjau langsung kondisi jalan rusak.

Diakui Samsun, akses tersebut sangat penting. Yang awalnya hanya jalan yang dikeluhkan. Namun hasil cek lapangan, Samsun menyebut jika jembatan di Desa Sungai Payang yang dianggap paling vital ikut jadi korban. Jika putus, aktivitas ekonomi kena dampak.

“Jembatan (desa) Sungai Payang kondisinya sangat memprihatinkan,” ujar politisi PDIP tersebut pada nomorsatukaltim.com, Kamis (21/1/2021).

Apalagi melihat kondisi cuaca saat ini. Dikhawatirkan terjadi hujan dengan intensitas tinggi dan air meluap, khawatir roboh. Karena memang struktur jembatan yang dibangun pada 1974 sangat rentan.

Samsun menyebut ada dua mekanisme cara penanganan yang disimpulkan. Jangka pendek dan jangka panjang. Untuk jangka pendek, mengimpun dunia usaha yang beroperasi di Kecamatan Loa Kulu. Mengajak mengatasi perbaikan infrastruktur ini secara gotong royong.

“Jangka panjangnya Insyaallah membangun jembatan yang kokoh dan kuat dari jembatan yang ada sekarang,” lanjut Samsun.

Tentu perlu dana yang tidak sedikit demi membangun jembatan permanen. Perlu bantuan APBD Kukar dan Kaltim. Baik itu berupa Bantuan Keuangan (Bankeu) bahkan Dana Alokasi Khusus (DAK).

Paling tidak akan dianggarkan pada APBD baik Kukar maupun Kaltim pada tahun anggaran 2022. Walaupun tidak menutup kemungkinan diketok pada APBD Perubahan 2021.

Total anggaran pembangunan jembatan permanen diperkirakan menelan Rp 34 miliar. Sedangkan perbaikan atau renovasi jembatan sepanjang 30 meter dan 4 meter ini mencapai Rp 400 juta.

Sementara itu, Kepala Bappeda Kukar Wiyono menyebut jembatan terakhir direnovasi pada 1995 silam. Sudah cukup tua. Memang untuk perbaikan secara permanen, membutuhkan waktu dan pembiayaan yang sangat besar. Sehingga butuh waktu satu hingga dua tahun.

“Sembari disiapkan penyusunan perencanaan dan pembangunan jembatan induk yang baru,” ucap Wiyono.

Termasuk penanganan titik-titik jalan yang kondisinya sulit dilewati. Partisipasi perusahaan pun dinantikan. Jangan mau kalah dengan Pemerintah Desa Sungai Payang, yang kini sudah mengalokasikan anggaran melalui APBDes sejumlah Rp 70 juta. Untuk pengadaan material kayu ulin.

“Selanjutnya menghitung kebutuhan lainnya,” ungkap Wiyono.

Wiyono menyebutkan, sekitar 5 titik jalan yang alami kerusakan parah. Diluar Jembatan Desa Sungai Payang. Yang sangat perlu perbaikan segera, karena mengganggu lalu lintas masyarakat. Apalagi saat hujan terjadi. Tidak bisa dilewati mobil atau sepeda motor. (mrf/boy)

Saksikan video menarik berikut ini:

Leave A Reply