Hendak Beli Sepeda Motor Murah via Facebook, Warga Balikpapan Ini Kena Tipu

BALIKPAPAN, nomorsatukaltim.com – Rahmania (32) mengalami tindak penipuan pembelian motor jenis Kawasaki Ninja 250 yang dibelinya melalui online. Motor yang dijual seharga Rp 20 juta tersebut ternyata tidak pernah sampai di hadapannya. Ia pun melaporkan kejadian ini ke Polresta Balikpapan.

Kejadian tersebut terjadi pada Jumat (15/1/2021) lalu. Bermula saat Rahmania mendapati unggahan salah seorang warga di Facebook bernama Indra Suryana, yang mengaku tinggal di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Rahmania yang tertarik membeli motor sport itu pun langsung menghubungi Indra.

Saat itu, Rahmania meminta negosiasi harga dari semula Rp 25 juta menjadi Rp 20 juta. Setelah deal, ia pun diminta Indra untuk melakukan transfer down payment (DP) sebesar Rp 700 ribu sebagai tanda jadi dan keseriusan Rahmania untuk membeli motornya.

“Saya nego jadi Rp 20 juta. Dia mau katanya alasan butuh uang untuk istrinya melahirkan. Tapi perjanjiannya transfer DP sebesar Rp 700 ribu dulu terus dikirim motornya, tapi tidak dengan surat lengkapnya. Kalau sudah dicek terus oke, baru saya bayar sisanya,” ujar Rahmania, Jumat (22/1/2021).

Lanjut Rahmania, rupanya perjanjian tersebut berubah ketika Indra seolah-olah hendak mengirimkan motor tersebut melalui jasa ekspedisi. Dia mengaku motornya tidak bisa dikirim lantaran harus bersama surat-surat lengkap sebagai syarat di ekspedisi. Sehingga Rahmania diminta melunasi semua pembayaran.

“Dia bilang enggak bisa dikirim karena harus sama surat-suratnya. Jadi dia minta transferkan sisa dananya. Saya tawarkan untuk transfer Rp 10 juta dulu, tapi dia enggak mau, katanya harus lunasi semua,” jelasnya.

Rahmania pun menawarkan untuk mengirimkan dana sisa sebesar Rp 15 juta kepada pelaku. Dirinya percaya, lantaran pelaku mengaku sebagai anggota TNI di Kalimantan Selatan. Bahkan Rahmania beberapa kali dihubungi melalui video call WhatsApp, yang menunjukkan pelaku berseragam TNI dan seolah-olah sedang berdinas.

“Saya percaya saja, karena dia mengakunya anggota TNI. Fotonya juga foto kayak lagi upacara gitu. Terus setiap bikin video selalu dengan baju anggota dan setiap di telepon selalu membawa-bawa nama instansinya. Bahkan saya dimintai KTP, katanya takut kalau saya yang menipu. Jadi saya yakin aja,” tambahnya.

Pelaku pun setuju untuk pengiriman dana sebesar Rp 15 juta. Rahmania melakukan transfer ke rekening pelaku. Tak lama kemudian, ia dihubungi oleh seseorang yang mengaku dari petugas ekspedisi, yang hendak mengantarkan motor pesanannya itu.

“Saya di telepon, tanya alamatnya sudah sesuai apa belum. Terus saya malah dimintai uang lagi sebesar Rp 4 jutaan. Katanya sebagai jaminan atau asuransi. Ya, di sinilah saya mulai sadar kalau ini enggak beres,” jelasnya.

Ia pun kembali dihubungi oleh pelaku dan meminta Rahmania untuk membayarkan uang jaminan tersebut. Rahmania menolak dan meminta pelaku yang membayarkan uang jaminan tersebut.

“Ya saya enggak mau lah, mobil aja uang asuransinya enggak sampai segitu gedenya. Saya minta dia yang bayarkan, karena saya bilang sudah enggak ada uang. Eh, terus dia bilang dia juga enggak ada uang, padahal kan habis saya transfer Rp 15 juta, dia bilang uang yang tadi sudah habis,” tegasnya.

Pelaku pun akhirnya tidak bisa dihubungi lagi. Alhasil, Rahmania langsung mendatangi Polresta Balikpapan pada Sabtu (16/1/2021). Ia berharap petugas kepolisian dapat meringkus pelaku-pelaku penipuan seperti ini, lantaran sangat meresahkan dan merugikan masyarakat yang jadi korban.

“Besoknya saya langsung lapor ke Polresta Balikpapan. Saya bawa semua bukti-buktinya termasuk foto pelaku dan rekeningnya. Tapi sampai sekarang enggak tahu tuh, enggak ada kabar lagi,” pungkasnya.

Saat dikonfirmasi, Kasat Reskrim Polresta Balikpapan, Kompol Agus Arif Wijayanto membenarkan adanya laporan tersebut. Hanya saja pihaknya masih mendalami laporan tersebut.

“Iya benar ada. Tapi masih kita dalami dulu laporan tersebut,” ujarnya singkat. (bom/zul)

Saksikan video menarik berikut ini:

Leave A Reply