DJBC Wilayah Kalbagtim Lampaui Target Penerimaan 

Balikpapan, nomorsatukaltim.com – Aktivitas ekonomi yang menurun akibat pandemi COVID-19 tak memberikan pengaruh signifikan. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Wilayah Kalimantan Bagian Timur (Kalbagtim) tetap melampaui target percapaian penerimaan.

Hingga akhir 2020, penerimaan tercatat mencapai Rp 554,30 miliar atau 107,88 persen dari target. Penerimaan bea masuk sebesar Rp 490,64 miliar, dan bea keluar sebesar Rp 62,78 miliar. Serta penerimaan cukai sebesar Rp 0,86 miliar.

Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai DJBC Kalbagtim, Dwi Agus Prasodjo mengungkapkan penerimaan 2020 disokong oleh bea masuk yang berkontribusi mencapai 70 persen dari total penerimaan.

Dari sisi kegiatan, pandemi tidak begitu banyak perubahan. Karena dari sisi penerimaan tingkat pencapaian telah melampaui target.

“Sebenarnya terlihat ada penurunan. Tetapi tidak begitu signifikan. Dalam target penerimaan dilakukan penyesuaian dua kali. Pertama pada bulan Juni, kemudian November 2020,” jelas Dwi Agus Prasodjo dalam Media Gathering yang digelar DJBC Kalbagtim melalui virtual, Kamis (21/1).

Melihat tren penerimaan, menurutnya, dari sektor batu bara masih memberikan kontribusi yang besar. Kemudian komoditas CPO dan produk turunannya. “Dari sisi tren penerimaan kalau turun ada tapi tidak terlalu signifikan. Karena dari penambahan fasilitas pusat logistik berikat bertambah pada tahun 2020,” sebutnya.

Selain sektor batu bara dan kelapa sawit serta perkayuan. Agus menyebut bahwa dari cukai yaitu vape juga meningkat. “Cukai ada peningkatan dari vape rokok elektrik trennya naik,” ujarnya.

Pada 2020, DJBC Kalbagtim juga mencatat adanya penambahan Fasilitas Pusat Logistik Berikat. Hal ini membuktikan bahwa pandemi COVID-19 tidak mengurangi rencana investor untuk menambah tempat penyimpanan barang.

“Ini unik di wilayah Kalbagtim dari sisi penerimaan tercapai. Kemudian dari fasilitas tercatat ada penambahan perusahaan. Jadi uniknya saat pandemi perusahaan tetap melakukan penambahan fasilitas,” sambung Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai, Erwindra Rachmawan.

Dengan begitu, untuk wilayah Kalbagtim secara umum pandemi tidak begitu terpengaruh. Dia menilai, hal itu karena usaha migas tetap berjalan. “Karena core bisnisnya migas tetap berjalan,” ujarnya.

Selain itu, tercatat pada 2020 lalu penambahan 3 Pusat Logistik Berikat (PLB), 1 Pengusaha Dalam Pusat Logistik Berikat (PDPLB), dan 1 Kawasan Berikat (KB), 1 Pengusaha Dalam Kawasan Berikat (PDKB).

“Tercatat untuk penerima fasilitas ada satu kawasan kelapa sawit justru sudah investasi berencana untuk mengembangkan bisnisnya. Di momen seperti ini pusat logistik dan pengembangan usaha. Tidak wait and see langsung menanamkan investasinya. Praktis tidak berpengaruh tumbuhnya fasilitas,” tambah Erwindra Rachman.

Sementara itu, untuk 2021 pihaknya belum dapat menyebutkan angka pencapaian karena saat ini masih berjalan. Namun diyakini potensi di wilayahnya akan terus bertumbuh dalam penerimaan. (fey/eny)

Saksikan video menarik berikut ini:

Leave A Reply