Takut, Warga Minta Identitas Pengidap COVID-19 Disampaikan Meski Cuma Inisial

Mahulu, nomorsatukaltim.com – Masyarakat Mahulu berharap jumlah terkonfirmasi positif COVID-19 diumumkan setiap hari. Oleh Tim Gerak Cepat (TGC) penanganan COVID-19 dan Dinas Kesehatan P2KB Mahulu.

“Karena kami pantau sejak sebulan terakhir seolah-olah ditutupi. Hanya diumumkan dalam update Diskominfostandi saja. Itupun kadang hanya di medsos facebook saja,” kata Njau Ingan (40) salah satu warga Ujoh Bilang, Kecamatan Long Bagun.

Ia heran kenapa informasi itu harus ditutupi. Padahal jika masyarakat lainnya tahu alamat warga yang terpapar, warga lainnya dapat bergotong-royong membantu. Katanya lagi, meski hanya menggunakan inisial, tak masalah warga terpapar COVID-19 diumukan.

“Seharusnya bukan hanya diumumkan di media sosial. Alangkah bijak jika di media massa. Karena jika ada yang isolasi mandiri (di rumah pribadi), agar masyarakat tahu dan bisa saling memberikan bantuan,” urai Njau.

Begitu pula diungkapkan Sonsius, warga Kampung Datah Bilang, Kecamatan Long Hubung, yang menghubungi nomorsatukaltim.com via seluler.

“Saya kawatir tiba-tiba tetangga sebelah rumah yang isolasi mandiri karena positif. Seharusnya sebelumnya TGC dan Diskes memberitahu kami. Hal seperti itu membuat kami semakin kawatir,” keluhnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Diskes P2KB Mahulu, drg Agustinus Teguh Santoso, mengakui hingga saat ini kondisi paparan COVID-19 di Mahulu terus meningkat.

“Masih bertambah. Hanya kami (Diskes P2KB) mengimbau agar masyarakat tidak panik. Mari bersama kuatkan protokol kesehatan. Gunakan masker setiap keluar rumah, cuci tangan dengan sabun setiap saat, serta tidak berkumpul/berkerumun,” pesannya.

Terkait masalah pengumuman jumlah pasien COVID-19, hal itu merupakan wewenang Diskes Provinsi. Baik tentang penurunan atau peningkatan jumlah terpapar. Itu mengikuti sesuai petunjuk dan pedoman teknis.  Namun setelah itu, Diskes P2KB Mahulu akan mengumumkannya setiap hari melalui update info grafis.

“Setiap hari Diskes P2KB memberikan data jumlah tersebut ke Diskominfostandi Mahulu. Mengumumkannya adalah tugas Diskominfo,” beber Teguh.

“Kalau untuk data alamat dan identitas itu sesuai petunjuk atas, tidak bisa dibuka. Silahkan, wes ono (itu ada) info grafis setiap hari, baik jumlah dan kecamatannya,” tutur Teguh Santoso,

Diskes P2KB sendiri bersama TGC Penanganan COVID-19 Mahulu saat ini semakin ketat. Karena kondisi pandemi COVID-19 di Mahulu masih terus mengganas. Penutupan pintu masuk ke Mahulu dikuatkan. Sehingga akses masuk di jalan darat poros Mahulu-Kubar kini dipindahkan.

“Iya poswasdal COVID-19 di poros Mahulu-Kubar yang semula di KM 16 RTC, Kecamatan Long Hubung, saat ini sudah dipindahkan ke KM 14,” kata Teguh Santoso.

Menurut analisa Tim TGC dan Diskes P2KB Mahulu, penambahan terpapar COVID-19 di Mahulu karena masyarakat tidak taat aturan. Mereka (masyarakat) lebih suka lewat ‘JalanTikus’ menghindari pos pemeriksaan di KM 16 RTC.

“Tidak disiplin dan tidak taat aturan. Sehingga beberapa hari lalu dipindahkan. Jadi sebelum KM 16 itu saya bilang bukan jalan tikus lagi, tapi jalan beruang,” ungkap Agustinus Teguh Santoso.

“Selama ini, sebelum pos itu dipindah, sangat banyak pelaku perjalanan yang masuk ke Mahulu melintas jalan tikus itu. Bahkan banyak yang mengaku dari atau ke ladang. Agar lolos dari pos pemeriksaan,” tandas Teguh Santoso. (imy/boy)

Saksikan video menarik berikut ini:

Leave A Reply