Antar Makan, Kakak Temukan Adiknya Tewas Tergantung

Samarinda, NomorSatuKaltim.com – Seorang pria paruh baya ditemukan tewas tergantung di dalam rumahnya yang terletak di Jalan Mulawarman, Nomor 51, RT 7, Kelurahan Karang Mumus, Kecamatan Samarinda Kota, Rabu siang (13/1/2021) pukul 11.30 WITA.

Korban diketahui bernama Hendri Saputra Ghani. Jenazahnya pertama kali diketemukan oleh kakak kandungnya, ketika hendak mengantarkan makanan. Pria 52 tahun itu tewas dengan kondisi leher yang terjerat tali di langit-langit kamar tidurnya.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua RT 7 Aspiansyah ketika dikonfirmasi media ini. Disebutkannya, kala itu kakak korban yang sedang mengantarkan makanan mengetuk rumah Hendri. Namun tidak seperti biasanya, ketukan dari sang kakak tak mendapatkan jawaban dari korban.

Saat itu kakak korban datang bersama anak dan juga Istrinya. Selang setengah jam kemudian, karena tak mendapatkan jawaban, kakak korban lalu mendobrak pintu rumah. Namun suara yang ditimbulkan dari dobrakan pintu tetap tak mendapatkan respons dari korban.

Ketika sudah di dalam rumah, sambil menyisiri ruangan sesekali kakak korban memanggil nama Hendri. Hingga akhirnya ketika memasuki kamar, alangkah terkejutnya kakak korban menemukan Hendri sudah dalam keadaan tergantung dengan seutas tali yang terikat di langit-langit rumah.

“Korban diketahui meninggal saat kakaknya korban ini tidak bisa membuka pintu. Biasanya kalau kakaknya ngetok langsung dibukain pintu. Nah ketika tadi ini kakaknya ngetok tidak ada jawaban, jadi dia mencoba mendobrak,” ucap Aspian ditemui di lokasi kejadian.

Melihat sang adik sudah tak sadarkan diri dengan kondisi tergantung, Kakak korban lantas berinisiatif melepaskan Hendri dari jeratan tali dengan dibantu sang istri.

“Melihat korban gantung diri, pihak dari kakak korban tadi mencoba menurunkan jenazah korban. Apakah masih hidup atau tidak. Itulah sebabnya korban ditaruh ke lantai. Ternyata korban sudah tidak bernyawa lagi,” sambungnya.

Setelah memastikan korban tak bernyawa, kakak korban lalu meminta pertolongan warga setempat. Singkatnya, informasi atas temuan mayat tergantung itu sampai ke telinga kepolisian yang langsung menuju ke lokasi kejadian.

“Setelah itu, saya dapat laporan dari warga, menyampaikan kalau ada kejadian ini. Kemudian saya cek ke rumah korban. Setelahnya saya koordinasi dengan pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti,” kata Aspiansyah.

Namun sempat terjadi ketegangan antara pihak keluarga dengan aparat kepolisian. Pasalnya, saat petugas dari Unit Inafis Satreskrim Polresta Samarinda tiba di lokasi kejadian, jenazah Hendri sudah tak ada di lokasi. Hal itu tentunya akan menyulitkan proses identifikasi atas peristiwa yang dialami korban, apakah murni gantung diri atau ada unsur tindak kriminal.

Diketahui, usai temuan itu, kakak korban langsung memanggil ambulans untuk membawa jenazah ke Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Wahab Sjahranie (RSUD AWS).

“Jenazahnya tadi langsung dibawa. Karena dipaksa oleh pihak keluarga,” kuncinya.

Lanjut Aspiansyah, korban selama ini hanya tinggal seorang diri di rumah besar berwarna abu putih itu. Karena tak memiliki pekerjaan, setiap harinya kakak korbanlah yang selalu mengantarkan makanan kepada mendiang.

“Korban ini setahu saya sehari-harinya memang tinggal sendiri. Kalau dulu tinggal sama orang tuanya, karena sudah tua, jadi orang tuanya tinggal sama kakak-kakaknya. Bersangkutan tidak bekerja, jadi hanya dibantu oleh keluarganya saja,” ungkapnya.

“Tadi malam saya sempat ketemu korban. Saya berselisihan saja sama korban,” tandasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Samarinda Kota yang juga berada di lokasi kejadian menerangkan, pihaknya masih melakukan penyelidikan atas dugaan gantung diri yang dilakukan korban. Ia belum bisa memastikan bila ada unsur tindak kekerasan. Karena saat tiba di lokasi kejadian, jenazah korban sudah keduluan dibawa oleh pihak keluarga ke RSUD AWS.

“Kami masih dalami lagi, untuk dilakukan visum agar lebih jelas. Apakah benar meninggalnya karena gantung diri atau ada tindakan kriminal. Korban sudah dibawa ke rumah sakit,” ucap polisi dengan tiga balok emas di pundaknya itu.

Lanjut Aldy, dugaan korban meninggal sekitar 6 jam sebelum ditemukan oleh pihak keluarga.

“Kronologinya kami menerima laporan masyarakat adanya bau yang tidak enak. Kemudian kami tindaklanjuti ke TKP dan memeriksanya. Dan memang benar ada orang gantung diri,” imbuhnya.

Sementara itu, polisi juga telah melakukan penyelidikan di kamar korban. Di dalam rumah itu polisi menemukan ada sebuah tulisan di dinding. Namun Aldy belum bisa membeberkan tulisan tersebut.

“Terkait tulisan di dinding kita masih lakukan penyelidikan lebih lanjut” ucapnya.

“Kami juga masih mintai keterangan saksi. Karena para saksi belum kami mintai keterangannya, jadi semuanya masih kami dalami lagi,” tandasnya. (aaa/zul)

Leave A Reply