Warga Pasuruan Pekerja Kayu di Kaltim Ditemukan Meninggal, Diduga Karena Malaria

PPU, nomorsatukaltim.com – Seorang pria ditemukan meninggal dunia di Penajam Paser Utara (PPU), Selasa malam, 12 Januari 2021. Di kamar kosnya di RT 14 Desa Girimukti Kecamatan Penajam. Pria itu ialah Hari Muryanto (40). Seorang warga Pasuruan yang bekerja di Kalimantan Timur (Kaltim).

Ia meninggal diduga karena sakit. Kepala Bidang Kedaruratan dan Peralatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU, Nurlaila menyampaikan dari keterangan rekan satu kosnya. Bahwa Hari memiliki riwayat penyakit Malaria. Yang beberapa hari terakhir ia keluhkan.

“Berdasarkan informasi dari teman kos almarhum, bahwa ia (Hari) meninggal karena (diduga) sakit malaria,” terang Nurlaila, Rabu, 13 Januari 2021.

Sekira pukul 22.44 Wita Selasa malam itu ia ditemukan. Terbaring kaku di kamarnya.

“Pada saat dievakuasi mayat sudah kaku,” imbuhnya.

Sebenarnya saat itu ia tak sendirian. Meski sedang sakit, ia masih sempat terlihat dan melakukan kegiatan.

unmul

“Sorenya, almarhum itu masih sempat keluar kamar. Setelah itu mandi dan masuk kamar, salat Magrib,” jelas Babinsa Girimukti, Kasan.

Tak lama kemudian, barulah rekan-rekannya itu masuk ke kamarnya. Dan mendapati Hari sudah tak bernafas. Barulah selanjutnya mereka yang menghubungi aparat setempat. Termasuk Kasan dan Kepala Desa Giri Mukti, Hendro Jatmiko. Laporan kemudian dilanjutkan ke BPBD PPU untuk evakuasi.

Dalam kesehariannya, Hari merupakan seorang pekerja kayu di sebuah perusahaan. Biasanya ia keluar-masuk hutan untuk menebang pohon. Begitupun empat rekannya yang menemukannya tadi, juga sama dengannya. Pekerja kayu.

Sakit beberapa hari, Hari juga sudah tidak bekerja. Ia mendapatkan izin untuk melakukan pengobatan. Namun begitu, ia sudah tutup usia. Lebih lanjut, malam itu pula jasad Hari dievakuasi oleh tim. Karena masih suasana pandemi COVID-19, petugas medis turun ke lapangan komplit dengan alat pelindung diri (APD) berat.

Saat ini, jenazah berada di masjid Desa Giri Purwa. Ini sesuai hasil rembuk warga sekitar tempat tinggal Hari. Adapun rencana awalnya jasad akan disemayamkan di PPU. Namun begitu, sanak keluarga yang berada di Pasuruan meminta untuk jenazah dikirimkan ke kampung halaman.

“Ada juga keluarganya datang yang di sini. Jadi ini masih menunggu proses kesepakatan. Apakah akan dikirim ke Jawa atau bagaimana,” tutup Kasan. (rsy/zul)

Simak video terbaru dari Nomor Satu Kaltim: