Disdikbud Mahulu Usulkan Budaya Lokal Masuk Materi Pembelajaran

Mahulu, nomorsatukaltim.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Mahulu punya usul. Memasukan budaya lokal kedalam materi muatan lokal di sekolah. Mulai SD hingga SMP.

“Memang saat saat ini belum dimasukkan. Tapi sudah direncanakan akan masuk dalam pelajaran sekolah mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP),” jelas Kepala Disdikbud Mahulu, Feridiana Hendoq kepada Disway Kaltim, Rabu (13/1/2021).

Mulok seni dan budaya daerah yang direncanakan Disdikbud tersebut bukan tanpa alasan. Dia mengharapkan sejak dini pelajar dan siswa mengetahui dan mengerti tentang budaya lokal. Tapi COVID-19 membuyarkan semuanya. Jika tidak ada aral melintang, tahun ini direncanakan diterapkan.

Feridiana  mengungkapkan  diantara budaya lokal yang direncanakan masuk dalam mulok pelajaran sekolah yakni budaya Hudoq (topeng). Karena merupakan salah satu budaya daerah yang selama ini sudah terkenal hingga keluar daerah.

Dia pun berharap COVID-19 mereda. Sehingga pembelajaran tatap muka (PTM) bisa dilaksanakan. Seiring dengan hal itu, maka rencana mulok dapat dimasukan dalam  mata pelajaran sekolah.

Ancang-ancang sudah ada. Disdikbud punya tim budaya. Tim tersebut dibiayai melalui anggaran Disdikbud pada bidang budaya.

“Tim tersebut di luar dinas. Disdikbud bekerja sama dengan masyarakat adat. Khusus menggali potensi di bidang adat istiadat,” beber Feridiana. Dia membeberkan tujuan mata pelajaran muatan lokal untuk mempersiapkan anak didik memiliki wawasan tentang lingkungannya. Termasuk adat istiadat dan sebagainya.

“Yang mendukung pembangunan nasional maupun pembangunan setempat,” tandasnya.(imy/boy)

Leave A Reply