Masyarakat Takut Divaksin karena Banyak Misinformasi

Misinformasi yang beredar membuat masyarakat enggan divaksin.

Samarinda, nomorsatukaltim.com – Praktisi sekaligus akademisi psikologi klinis dari Universitas Mulawarman Ayunda Ramadhani menyebut, faktor utama keengganan masyarakat divaksin adalah karena adanya misinformasi yang terjadi terus menerus.

Informasi menyimpang, dikatakan telah menimbulkan ketakutan pada masyarakat. Terlebih lagi, dia menilai bahwa masyarakat belum teredukasi dengan baik. Perihal vaksin COVID-19 buatan Sinovac yang bakal digunakan pemerintah Indonesia.

Berita terkait: Warga Samarinda Takut Divaksin

“Apalagi, tidak dimungkiri, banyak juga informasi bahwa vaksin itu belum teruji. Kemudian banyak framing yang mengatakan bahwa setelah divaksin rawan terkena efek ikutan,” ucap Ayunda, kepada Disway Kaltim belum lama ini.

Sekretaris Ikatan Psikolog Klinis Indonesia (IPK) Kaltim itu di satu sisi menilai, misinformasi itu sebagian besar disebabkan oleh pemerintah sendiri. Pemerintah dianggap sering kali mengeluarkan pernyataan yang berubah-ubah terkait vaksin yang belum mendapatkan izin penggunaan darurat.

“Karena menteri kesehatan yang lama, awalnya bilang bahwa tahapan penelitian, uji pra klinis dan uji klinis memakan waktu sampai 3,5 tahun. Terus kemudian direvisi menjadi 15 bulan. (pernyataan) Itu sendiri kan sudah menimbulkan misinformasi,” katanya lagi.

Menurut Ayunda, tidak semua masyarakat memiliki fasilitas untuk mengakses informasi. Apalagi informasi yang akurat. Sehingga masyarakat tidak selalu bisa memperbarui asupan informasinya.

Dia memberi contoh pada masyarakat kalangan menengah ke bawah. Yang tidak semua memiliki fasilitas untuk mengakses informasi tadi. Pada akhirnya, kalangan tersebut, hanya akan mendengar cerita-cerita dari sekelilingnya. Yang belum tentu akurat.

Akibat kurangnya edukasi juga disebut menyebabkan mudahnya timbul risiko ketakutan. Masyarakat menjadi tidak yakin. “Dan ketakutan itu sangat mudah menyebar di masyarakat,” katanya. (das/eny)

Vaksin untuk Warga Samarinda

  1. Pendaftaran vaksinasi dibuka 23 Desember 2020
  2. Pendaftaran dapat dilakukan secara online, melalui website corona.samarindakota.go.id yang dioperasikan Diskominfo Samarinda
  3. Pada 28 Desember 2020, pemkot mengeluarkan Surat Edaran tentang imbauan vaksinasi kepada seluruh masyarakat
  4. 29 Desember 2020, Diskes merilis jumlah pendaftar per 28 Desember 2020 sebanyak 907 orang
  5. 11 Januari 2021, Diskominfo mencatat jumlah pendaftar sebanyak 3.469 orang
  6. Target vaksinasi diharapkan berkisar 70% dari jumlah penduduk untuk mencapai herd immunity
  7. Jumlah populasi Samarinda menurut Kepala Dinas Kesehatan Samarinda berkisar antar 900 ribu sampai 1 juta orang
  8. Diskes memasukkan daftar penyintas COVID-19 dalam kalkulasi target herd immunity
  9. Jumlah akumulatif terkonfirmasi positif COVID-19 di Samarinda sebanyak 7.328 orang
    Sumber: Diskes Samarinda, Diskominfo Samarinda

Saksikan video menarik berikut ini:

Leave A Reply