Waspada, 10 Daerah di Kaltim Zona Merah COVID-19

Kabupaten Mahakam Ulu tak mampu mempertahankan predikat sebagai satu-satunya daerah yang tidak termasuk zona merah. Pada pekan kedua bulan ini, kabupaten termuda di Kaltim itu resmi masuk zona merah.

nomorsatukaltim.com – Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Kaltim. Total kasus COVID-19 sudah mencapai 30.738.  Sebanyak 26.328 kasus dinyatakan sembuh. Jumlah pasien yang menjalani perawatan sebanyak 4.591 orang. Dan pasien meninggal karena virus ini sudah mencapai 819 orang.

Jumlah penambahan angka konfirmasi positif pun masih tinggi. Pada Senin (11/1/2021) angka konfirmasi positif sebanyak 227 kasus. Yang didominasi dari wilayah Balikpapan dan Kutai Kartanegara.

Kepala Diskes Kaltim, Padilah Mante Runa menjelaskan. Tingginya penambahan kasus positif disebabkan oleh dampak libur panjang natal dan tahun baru.

“Betul sekali, se-Indonesia semua tinggi,” ucapnya, Jumat (8/1/2021).

Hal ini, sesuai dengan masa inkubasi virus selama 7 hingga 10 hari. Terhitung masa libur Natal sejak 24 hingga 27 Desember 2020. Disusul libur tahun baru pada 31 Desember 2020 hingga 3 Januari 2021. Maka, saat ini adalah masa inkubasi virus.

Meski pihaknya telah mengingatkan sejak awal sebelum masa libur. Agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan melakukan upaya pencegahan tertular COVID-19. Seperti, dengan tetap di rumah dan tidak berkunjung ke kawasan wisata ataupun fasilitas umum yang banyak kerumunan orang. Namun faktanya, peningkatan kasus tetap tak terhindarkan.

Berdasarkan data Diskes Kaltim sampai Senin (11/1/2021), terdapat tambahan kasus sebanyak 227 orang yang didominasi dari Balikpapan, 101 kasus. Total kasus mencapai 30.738, dengan angka kesembuhan 25.328, dirawat 4.591, dan meninggal dunia mencapai 819 orang.

BALIKPAPAN SIAP VAKSINASI

Menyusul daerah lain yang siap melakukan vaksinasi, Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi mengatakan daerahnya siap melakukan vaksinasi tahap pertama. Yang direncanakan 14 Januari mendatang.

Vaksinasi tahap pertama akan diprioritaskan pada tenaga kesehatan (nakes). Rizal menyebut, Balikpapan mendapat jatah vaksin pertama sebanyak 4500 dosis. Masing-masing penerima, mendapat dua kali suntikan. Sementara jumlah nakes mencapai 5 ribu orang. Sehingga, baru separuh nakes yang akan divaksin pada proses vaksinasi tahap pertama nanti.

“Masih kurang, vaksin 4.500 dosis itu, hanya untuk 2.250 nakes,” ujar Rizal Effendi, baru-baru ini.

Untuk persiapan proses vaksinasi COVID-19, Rizal menyebut. Pemkot Balikpapan telah melatih lebih dari 100 tenaga vaksinator.  Yang ditempatkan di rumah sakit, puskesmas dan fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) lainnya.

Rizal pun mengimbau baik nakes dan masyarakat umum. Agar tak khawatir untuk melakukan vaksinasi COVID-19. Terlebih, Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah menetapkan bahwa Vaksin Sinovac halal dan suci.

“Faktor yang dikhawatirkan, terkait keefektivan vaksin dan pandangan agama. MUI kan sudah bilang halal. Untuk keefektivannya akan diperkuat presiden. Yang akan divaksin duluan,” ucapnya.

Sebagai pimpinan daerah, Rizal pun mengaku siap untuk menjadi orang pertama yang divaksin. Mengikuti langkah Presiden Joko Widodo. Untuk menguatkan keyakinan masyarakat terhadap keamanan vaksin. Walau pun, berdasarkan usia, ia mengaku tak masuk kategori sasaran vaksin Sinovac. Untuk diketahui, Rizal memasuki usia 63 pada tahun ini.

“Yang Sinovac ini kan untuk usia 18 sampai 59 tahun. Jadi usia di atas itu, masih menunggu. Apakan Pfizer atau yang lain. Tapi pada prinsipnya, siap saja,” pungkasnya. (krv/yos)

Leave A Reply