Penghargaan Pembina Olahraga Kaltim Jadi Polemik

Samarinda, nomorsatukaltim.com – Pemberian penghargaan pada pelaku olahraga yang dilakukan Pemprov Kaltim menjadi polemik. KONI Kaltim merasa kecolongan. Karena menganggap pemprov kurang tepat memilih orang untuk diberi penghargaan.

Rapat paripurna DPRD Kalimantan Timur dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Kaltim Ke-64. Di Hotel Mercure Samarinda. Turut memberikan penghargaan pada pelaku olahraga yang berprestasi. Dalam hal ini atlet, pelatih, wasit, dan pembina cabang olahraga.

Salah satu yang memicu rasa tidak terima KONI Kaltim adalah pemberian penghargaan pada Ketua Pengprov Panahan Kaltim, Damanhuri. Begitu tahu kabar itu, beberapa petinggi cabor langsung bertanya-tanya. Kok, Damanhuri? Kok, tiba-tiba seperti itu?

Sekretaris Umum POBSI Kaltim, Zulkarnain turut mempertanyakan dasar pemberian penghargaan itu seperti apa.

“Jika prestasi menjadi ukuran, apa prestasinya? Sementara  rekomendasi KONI Kaltim mulai dari atlet, pelatih, dan wasit jelas. Kenapa pembina bisa berubah. KONI Kaltim kan merekomendasikan penghargaan itu ke Rusdiansyah Aras,”  kesalnya, Jumat 08 Januari 2021

Sosok lainnya, Roni, pengurus dansa Kaltim. Menyebut pemberian penghargaan itu cenderung sangat tendensius.

“Harusnya penghargaan itu diberikan kepada pelaku olahraga yang memang berprestasi dan sudah jelas terlihat sepak terjangnya. Mau dibawa kemana olahraga Kaltim kalau demikian kenyataannya,” katanya.

Sementara itu, Ketua Pengprov ABTI Kaltim, Suryadi Gunawan ikut mengungkapkan uneg-unegnya. Terutama pada penghargaan yang diraih Damanhuri itu.

“Proses pemilihan pemberian penghargaan pembina kali ini sudah di luar dari institusi KONI. Artinya kriteria yang mereka buat itu diluar KONI. Yang pasti harusnya yang terpilih adalah yang jelas terlihat prestasi dan pembinaannya. Baik prestasi nasionaL maupun internasional, itulah parameter dan ukuran yang layak dijadikan acuan pemberian penghargaan. Supaya tidak menjadi pertanyaan masyarakat khususnya pelaku olahraga. Karena ya, prestasi itu dilalui dengan susah payah dan kerja jangka panjang lho,” tegasnya

“Kalau mau proses pemilihan yang sedemikian yang bakal diberikan, ya silakan saja tapi harus dijelaskan ukuran dan parameternya,” tambahnya

Tak ketinggalan. Atlet binaraga kawakan Kaltim, Hendra Rinaldy Ari. Ia juga ikut menyampaikan sikap serupa. Bersama pengurus cabang olahraga lainnya. Bahkan ia menyebutkan, jangan sampai dunia olahraga ini ditunggangi urusan politik. Karena hal itu akan membuat sengkarut di dunia olahraga.

“Saya tegaskan. Saya adalah salah satu penerima penghargaan dari banyak stakeholder karena prestasi yang saya ukir. Nah, berkaitan dengan penghargaan di Kaltim kali ini kenapa tidak diberikan kepada mereka yang cukup layak menerima,” kata pria bertubuh kekar itu.

Ia lalu menyebut nama Said Amin layak mendapat penghargaan. Atas prestasi dan pembinaan di cabor gulat. Yang selalu jadi lumbung medali Kaltim itu.

“Lalu ada Rusdiansyah Aras. Belaiu juga sangat patut diperhitungkan di dunia olahraga, juga karena prestasi dan pembinaan atlet yang cukup baik dengan prestasi dunia. Juga Andi Harun, prestasi di bidangnya juga ada. Pembinaannya juga berjalan,” tandasnya.

Yang ditekankan Hendra pun sama. Atas azas apa pemilihan itu. Sampai-sampai pemprov tak menggubris rekomendasi KONI Kaltim. Atas dasar prestasi, kontribusi, atau apa.

“Catat, jangan sekali-kali penghargaan semacam ini karena muatan politis. Jangan sampai terjadi, amburadul yang ada.”

“Ini ada apa? Kalau memang tidak mau masukan dari KONI Kaltim, ya bikin aja aturan sendiri. Hemat saya sekali lagi jangan pernah tunggangi olahraga dengan politik. Spesifiknya, tercium kubu-kubu yang masih kental atas hasil hasil pesta demokrasi beberapa waktu lalu,” pungkas Hendra.

Terakhir, ada Fahri dari cabor catur yang turut memberikan tanggapannya. Menurutnya, polemik ini harus jadi pembelajaran. Agar acuan pemberian penghargaan tetap disesuaikan dengan pola yang selama ini berjalan. Yakni melalui rekomendasi dari KONI Kaltim. Selaku induk dari cabor-cabor.

“Intinya begini, dari dulu itu pasti rekom dari KONI Kaltim yang dijadikan acuan. Seperti pengehargaan atlet, pelatih dan wasit itu kan rekom KONI. Sesuai aja kan. Kalau penghargaan untuk  pemuda dari KNPI. Semuanya jelas ada aturan mainnya.”

“Nah, ini jelas menyalahi aturan. Dari mana dasarnya pemberian penghargaan itu diberikan. Ada apa ini, dasarnya apa? Kalau menurut teman-teman cabor kental nuansa politik, memang sangat kelihatan sekali,” Jelas Fahri. (frd/ava)

Saksikan video menarik berikut ini:

Leave A Reply