Kodim 0906/Tenggarong Bangun Demplot Pertanian Terpadu Organik

Kukar, nomorsatukaltim.com – Kodim 0906/Tenggarong berupaya maksimal menyiapkan ketahanan pangan di wilayahnya. Tak cukup membuka lahan sekitar 450 hektare di Desa Tanjung Batu, Kecamatan Tenggarong Seberang. Kali ini, membuka lahan demplot pertanian terpadu di komplek Kodim 0906/Tenggarong.

Lahan yang dikerjakan beberapa bulan terakhir ini langsung diapresiasi Korem 091/ASN. Ditandai dengan hadirnya Danrem 091/ASN Brigjen TNI Cahyo Suryo Putro. Sekaligus meresmikan Demplot. Didampingi Dandim 0906/Tenggarong Letkol (Inf) Charles Alling. Dan dihadiri Bupati Kukar Edi Damansyah.

Lahan seluas 3 hektare yang disiapkan Kodim 0906/Tenggarong, awalnya merupakan kawasan kumuh tak bertuan. Kini tampak luar biasa. Demplot disana bakal mengembangkan pertanian, perikanan dan peternakan sekaligus.

“Ini semua adalah sebagai contoh kepada lingkungan masyarakat kita, sekitar kodim,” ujar Cahyo di hadapan awak media, Senin (11/1/2021).

Cahyo menjelaskan hasil dari demplot ini bakal dimanfaatkan untuk konsumsi Kodim 0906/Tenggarong. Serta untuk kebutuhan masyarakat sekitar Kodim.

Selanjutnya, menjadi percontohan bagi masyarakat sekitar untuk berupaya melakukan hal serupa. Meskipun dalam jumlah yang kecil. Dengan memanfaatkan lahan tidur milik mereka masing-masing.

Terlebih situasi pandemi COVID-19 belum kunjung usai. Sedikit banyak ini merupakan langkah konkret untuk pemenuhan ketahanan pangan. Sekadar diketahui, Kodim 0906/Tenggarong pun menurunkan prajurit pembina desa (Prabinsa). Sebagai langkah untuk mereka berkarya di kewilayahannya masing-masing.

Sementara itu, Bupati Kukar Edi Damansyah mengatakan ini sebagai langkah sinergitas antara pemerintah dan TNI. Di samping turut serta badan usaha di Kukar. Dan dianggapnya sudah terbangun dengan baik.

Aktivitas demplot pertanian terpadu, sebagai bentuk pembangunan wilayah ketahanan pangan yang ada di Kukar. “Dan saya berharap apa yang dilakukan jadi role model,” jelas Edi.

Program ini bakal terus didukung didorong agar terus berkembang. Salah satunya mendorong generasi muda. Untuk terjun langsung. Dan mengubah mindset, pertanian di era modern tak lagi melulu basah-basahan dan lumpur-lumpuran. Lebih identik dengan manajemen dan teknologi.

“Bahkan ini harus dikelola secara berkelanjutan, harus terkelola dengan baik,” pungkas Edi. (Adv/sam/mrf)

Leave A Reply