Laporan Lambat, DLH Kutim Sering Kecolongan

Kutim, nomorsatukaltim.com – Banyaknya perusahaan pertambangan dan perkebunan di Kutim yang berdekatan dengan pemukiman masyarakat. Sedikit banyak menyebabkan bencana ekologi. Yang tentu merugikan masyarakat sekitar. Sayangnya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kerap terlambat membuat penanganan akibat lambatnya laporan yang mereka terima.

Kepala DLH Kutim, Aji Wijaya mengatakan, sebelum bertindak harus berdasarkan laporan di lapangan. Agar ada yang bertanggung jawab atas laporan itu. Serta untuk memastikan jika ada yang merasa keberatan atas tindakan tersebut.

“Dengan begitu kami bisa langsung mengambil tindakan terhadap dugaan pelanggaran lingkungan,” ucapnya.

Hanya saja selama ini, DLH kerap terlambat menerima laporan kejadian dugaan pelanggaran lingkungan. Alhasil, saat turun meninjau kondisi di lapangan, kondisinya sudah berubah. Bahkan sudah ada perbaikan dari perusahaan.

“Jika begitu kami tak bisa beri sanksi. Karena susah menetapkan kesalahannya,” tuturnya.

Ia mencontohkan, seperti kejadian di Kecamatan Kaliorang. Terkait puluhan petak sawah warga yang tertimbun lumpur. Sehingga menyebabkan gagal panen. Tetapi karena lambat menerima laporan. DLH tidak bisa mengambil keputusan.

Baca Juga:  Pemkot Bontang Raih Green Leadership Nirwasita Tantra 2020

“Kami juga tidak bisa ambil indentifikasi kerusakan lingkungan di lapangan jika kondisinya berubah,” paparnya.

Bahkan laporan baru masuk ke DLH hampir dua pekan setelah kejadian. Jika disebabkan oleh aktivitas perusahaan bisa saja sudah dilakukan perbaikan. Sehingga tidak terlihat ada keteledoran yang dilakukan oleh perusahaan.

“Katanya karena ada pembuatan jalan hauling batu bara. Karena tidak ada pengelolaan yang baik, saat hujan turun justru lumpur lari ke sawah warga,” paparnya.

Meski demikian, DLH tetap akan berkoordinasi dengan pihak perusahaan terkait masalah tersebut. Tapi tetap saja, DLH tidak bisa berbuat banyak.

“Karena pencemaran lingkungan itu harus ada sebab akibat. Jadi sumber dan bagian yang terdampak harus terlihat jelas oleh kami,” sebutnya.

Selanjutnya, jika terjadi hal serupa ia berharap warga bisa segera melaporkan ke DLH Kutim. Ia memastikan, selama ini semua laporan yang menyangkut pencemaran lingkungan dari perusahaan selalu ditanggapi dan direspon baik pihak perusahaan.

“Sehingga warga tak perlu ragu. Tinggal kirimkan foto dan rekaman video serta sedikit gambaran kejadian sudah cukup,” tandasnya. (bct/ava)

Simak video terbaru dari Nomor Satu Kaltim:

Leave A Reply