Pemkot-DPRD Balikpapan Sepakat, Anggaran Fisik Cuma Rp 280 M

Balikpapan, nomorsatukaltim.com – Pemkot dan DPRD sepakat. Anggaran pembangunan ditekan demi penanganan COVID-19. Korbannya adalah anggaran fisik. Terpangkas sekitar 20 persen di APBD 2021.

Anggaran fisik tersebut digunakan untuk membiayai program rehabilitasi dan penanggulangan banjir yang telah berjalan pada 2020. Sekretaris Komisi 3 DPRD Kota Balikpapan Ali Munsir menyebut pemangkasan perlu dilakukan. Khusus pembangunan dan infastruktur. Alasannya demi penanganan pandemi dan perbaikan ekonomi.

“Di tahun 2021, kita masih akan memfokuskan sekitar 40 persen sampai 60 persen anggaran yang ada dalam penanganan COVID-19,” ujarnya, Selasa (5/1/2020).

Ia menyebut alokasi anggaran pembangunan fisik di tahun 2021 sekitar Rp 280 miliar. Angka itu disebutnya lebih kecil. Dibandingkan APBD 2020 untuk pekerjaan fisik di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Balikpapan. Tahun lalu pemkot mengucurkan APBD mencapai Rp 300 miliar untuk program pengerjaan fisik yang sama.

Seperti pembangunan drainase di beberapa titik banjir yakni di Jalan Jendral Sudirman, Jalan Letjen Soeprapto dan Jalan MT Haryono. Komplit dengan pengaspalannya. Serta ada beberapa program terkait sumber daya air.

“Jumlah pengurangannya (alokasi anggaran) tercatat hingga mencapai 20 persen,” katanya.

Ia menambahkan para anggota Komisi III DPRD Balikpapan semua sepakat. Mengalokasikan anggaran fisik untuk membiayai program rehabilitasi atau pemeliharaan bangunan yang sudah ada saja. Serta program penanggulangan banjir, seperti menambah pekerjaan pembangunan drainase. (ryn/boy)

Leave A Reply