Belanja APBD 2020 Pemkot Masih Sedikit, Pengamat: Bukan Barang Baru

Samarinda, nomorsatukaltim.com – Serapan anggaran belanja Pemkot Samarinda pada APBD Perubahan 2020 baru 70,70 persen. Masih rendah. Demikian disampaikan pengamat ekonomi Fekon Unmul Haerul Anwar.

Ia tidak kaget mendengar capaian. Tidak ada yang baru, katanya. Sebab pada tahun-tahun sebelumnyan juga sudah pasti pemerintah daerah akan balapan. Menghabiskan anggaran di akhir tahun.  “Bukan barang barulah, kita tahu selalu begitu. Oktober, November, Desember pasti dikebut,” ujar Haerul Anwar santai.

Hanya saja biasanya yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya, yang dikebut di akhir tahun ialah jenis belanja untuk kegiatan atau pekerjaan-pekerjaan fisik. Yang anggarannya terbilang besar. Tahun ini, ia belum berbeda. Ia belum bisa memastikan apakah rutinitas tahunan itu terjadi lagi. Sebab banyaknya pergeseran mata anggaran imbas COVID-19.

Hampir sebagian besar anggaran dialihkan untuk sektor kesehatan. Yakni penanganan COVID-19, pemulihan ekonomi dan jaring pengaman sosial.  “Khusus 2020 ini memang kita agak ribet mengamati dengan banyaknya revisi-revisi (anggaran),” tambahnya.

Baca juga: Usai Pilkada, Anggota KPU Samarinda Terpapar Corona

Pria yang akreab disapa Codi ini melanjutkan yang terlihat hampir semua anggaran dialihkan ke kesehatan dan penanganan dampak pandemi. Sehingga seharusnya dana untuk pembangunan yang bersifat fisik tidak terlalu banyak. Nah, karena tidak terlalu besar mestinya penyerapan anggaran di APBD bisa lebih tinggi. Lebih cepat.

“Karena dulu-dulu seringnya kepentok di belanja-belanja fisik. Terkait pengadaan barangnya yang lambat,” papar pria berkaca mata itu.

“Kalau memang larinya anggaran banyak ke sektor kesehatan. Harusnya penyerapannya bisa lebih cepat. Tapi kita belum tahu ini, saya belum lihat datanya. Nanti kita lihat sektor-sektor mana saja yang paling banyak serapannya dan sektor paling sedikit,” pungkasnya.

Diketahui dari  Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Samarinda, per 15 Desember 2020, realisasi pendapatan sudah mencapai Rp  2,58 Triliun. Atau 99,98 persen dari target pendapatan pada APBD Perubahan yang sebesar 2,58 Triliun.

Sementara realisasi belanja Pemkot beserta 49 SKPD baru sebanyak Rp 2,28 Triliun. Sementara nilai anggaran belanja pada APBD Perubahan adalah sebesar Rp 3,22 Triliun. Yang artinya belanja daerah baru terealisasi sebanyak 70,70 persen. (das/boy)

 

 

Saksikan video menarik berikut ini:

Leave A Reply