Sangat Ingin tapi Khawatir

TANJUNG REDEB, DISWAY – Orangtua siswa dan Dinas Pendidikan Berau sangat ingin sekolah tatap muka. Tapi juga khawatir. Kemungkinan munculnya klaster sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Berau, Murjani menegaskan, seandainya hanya putusan Dinas Pendidikan, tatap muka bisa dilakukan. Sebab lebih efektif dibanding pembelajaran jarak jauh atau daring.

Begitu pun desakan sebagian orangtua. Menginginkan anaknya kembali ke sekolah. Walau juga ada yang tidak setuju.

Murjani mencontohkan kegiatan belajar tatap muka telah dilakukan beberapa sekolah. Baik SD maupun SMP. Sesuai Surat Edaran Disdik Berau tentang penyesuaian kebijakan pembelajaran di masa pandemik COVID-19. Tatap muka di luar 4 kecamatan. Yaitu Tanjung Redeb, Sambaliung, Gunung Tabur dan Teluk Bayur.

Sekolah yang melakukan tatap muka, ungkapnya, di Kecamatan Segah, Maratua, Kelay dan Pulau Derawan. Ada 6 SMP dan 10 SD.

“Pertimbangannya jaringan internet terbatas untuk daring. Pembelajaran tatap muka telah memenuhi syarat. Seperti ketersediaan sarana sanitasi dan kebersihan, mengakses fasilitas layanan kesehatan, dan wajib masker,” ungkapnya, Kamis (3/12).

Selain itu, satuan pendidikan membuat kesepakatan bersama komite sekolah terkait kesiapan melakukan pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan. Proses pembuatan kesepakatan menerapkan protokol kesehatan. Jika ada orangtua atau wali tidak mengizinkan, maka metode kembali daring.

Syarat lainnya, pembagian kelas maksimal 15 orang serta jam pelajaran maksimal hingga pukul 11.00 Wita.

Namun soal pembukaan sekolah tatap muka pada Januari 2021 sesuai kebijakan Mendikbud, Murjani mengaku akan dirapatkan sebelum Pilkada Berau, 9 Desember 2020.

Murjani mengaku mesti ada keputusan cepat. Agar ada persiapan. Diharapkan segera duduk bersama.

Karena pembukaan sekolah harus dengan pertimbangan matang. Makanya Mendikbud menyerahkan ke Pemda dan orangtua siswa untuk memutuskan. (RAP)

Saksikan video menarik berikut ini:

Leave A Reply