Pakai Kunci Palsu, 17 Motor Dicuri dari Pasar Malam

Samarinda, NomorSatuKaltim.com – Meski pernah merasakan mendekam di dalam penjara, namun LA (18) dan AS (23) tak punya rasa jera melakukan tindakan kriminal. Bahkan kali ini, tercatat 17 motor diembat dari lokasi berbeda telah dicurinya.

Kedua penjahat kawakan ini tercatat telah beraksi sejak 30 Mei lalu. Seluruh modusnya serupa. Menggunakan kunci palsu untuk berhasil menggasak kendaraan targetnya.

Terungkapnya hal tersebut pada Sabtu (28/11/2020) lalu sekitar pukul 22.00 WITA. Saat itu korban, yakni Tarpujiono memarkirkan kendaraannya di Jalan Senyiur, Kelurahan Loa Bahu, Kecamatan Sungai Kunjang, tepatnya di samping DPRD Kaltim. Korban saat itu tengah belanja di pasar malam,  usai berbelanja saat hendak kembali ke parkiran motornya, ternyata motor miliknya tersebut sudah raib dibawa pelaku.

Atas kejadian tersebut, korban langsung melaporkan ke Polsek Sungai Kunjang guna di proses lebih lanjut. Dari laporan itu, anggota pun langsung melalukan penyelidikan terhadap pelaku, dengan mengumpulkan bukti-bukti serta keterangan saksi di TKP.

Dari hasil penyelidikan yang dilakukan, petugas berhasil mengungkap identitas pelaku yakni LA (18), warga Jalan M Said Gang 1 Kelurahan Loa bahu, Kecamatan Sungai Kunjang, yang diringkus pada Selasa (1/12/2020) di kediamannya.

Berdasarkan keterangan LA, motor yang dicurinya tersebut telah dititipkannya kepada rekannya, AS (23). Kemudian anggota pun menuju kediaman Ari, tak jauh dari kediaman Lika. Benar saja, di sana polisi menemukan satu unit sepeda motor dengan Nopol KT 2283 LM jenis Yamaha Jupiter Z warna hijau, yang telah dipreteli oleh kedua pelaku itu dan rencananya hendak dijual.

“Pelaku dan penadahnya kami langsung amankan, bersama dengan barang bukti satu unit sepeda motor, yang sudah dia preteli,” ungkap Kapolsek Sungai Kunjang, Kompol Bambang Budianto melalui Kanit Reskrim Iptu Purwanto saat ditemui, Kamis (3/12/2020).

Dari hasil dan keterangan pelaku, ternyata LA tak hanya sekali itu saja beraksi, melainkan ada belasan TKP, yang rata-rata beraksi di setiap ada pasar malam. “Ada 17 TKP dan memanfaatkan kondisi ramai, seperti pasar malam, dengan sasaran motor yang diparkir tidak dikunci stang,” tuturnya.

“Tersangka beraksi selalu dengan ditemani oleh rekannya, bergantian, tetapi juga pernah dia beraksi sendiri dari 17 TKP itu,” sambungnya.

Ditambahkannya, untuk menghilangkan jejak, pelaku ini menjual motor tersebut dengan terlebih dahulu mempretelinya. “Dia preteli dulu baru dijual, dan harganya ya bervariasi. Mulai Rp 38 ribu-Rp 1 juta. Tetapi, ada juga yang digunakan sendiri oleh rekannya,” teranganya.

Sementara, terkait dengan modus yang digunakan pelaku, motor yang terparkir dan tidak dikunci stang adalah targetnya.

“Karena biasanya dia ini beraksi di pasar malam, jadi tidak ada yang curiga, dia menggunakan kunci palsu dan langsung membawa kabur motor tersebut,” terangnya.

Hingga saat ini, polisi masih melakukan pengembangan terkait dengan pelaku lainnya, yang bersama dengan LA beraksi. Ternyata, mereka ini merupakan residivis yang telah keluar masuk bui, dengan kasus yang sama.

“Kami masih dalami lagi, kemungkinan ada TKP lainnya,” pungkasnya. (aaa/zul)

Saksikan video menarik berikut ini:

Leave A Reply