Bangun Kesadaran Transaksi Non Tunai

Balikpapan, nomorsatukaltim.com  – Bank Indonesia mencatatkan transaksi non tunai sebesar 610 transaksi dengan nominal Rp 111.798.694. Yang terjadi selama dua pekan Festival Non Tunai Balikpapan (Fentabi).

Poin utama kegiatan ini adalah membangun kesadaran masyarakat mengenai fitur-fitur keamanan terhadap transaksi non tunai. Untuk itu, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan tidak menargetkan jumlah transaksi.

“Kami tidak menargetkan nilai transaksinya. Karena yang dipentingkan adalah experience-nya. Kami cukup berbahagia dengan itu. Ini suatu hal yang menggembirakan,” kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan Bimo Epyanto dalam Fentabi Cashless & Fit Day sebagai penutup dari rangkaian kegiatan pada Minggu (30/11).

Kegiatan Fentabi CFD dilakukan secara virtual. Diikuti lebih dari 600 peserta dari seluruh Nusantara. Kegiatan bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat dan mendorong penggunaan transaksi non tunai.  Terutama di Kota Balikpapan, Kabupaten Penajam Paser Utara, dan Kabupaten Paser.

Pada talkshow tersebut, Bimo Epyanto menyebutkan program Fentabi ini bisa mendorong user experience dalam bertransaksi non tunai di masyarakat. Serta mengedukasi langsung tentang keunggulan transaksi non tunai yang disebut Cemumuah (Cepat, Mudah, Murah, Aman, dan Handal). “Transaksi non tunai sudah pasti lebih baik dari pada tunai. Meski keduanya memiliki sisi positif dan negatif,” ujarnya.

Menurutnya, saat ini semua serba cepat jika menggunakan smartphone, dan kartu. Transaksi dengan cepat langsung masuk ke rekening sehingga sangat efektif. Beberapa kelebihan menggunakan transaksi non tunai adalah lebih murah. “Contohnya ada biaya yang tidak bisa dinilai dengan uang seperti efisien. Akan mengurangi cash handling, tidak perlu menyiapkan uang untuk kembalian,” sebut Bimo Epyanto.

Tujuan lain dari transaksi non tunai, kata dia, untuk meningkatkan dan mengoptimalkan pendapatan asli daerah (PAD). Yang selama ini masih manual. Selain itu pihaknya juga memperhatikan terhadap permasalahan ekonomi berkaitan dengan teknologi. Memastikan dari sisi keamanannya dari sisi tenologi bisa selalu ditingkatkan.

“Edukasi juga kepada kita, masyarakat sebagai pengguna. Agar semakin melek teknologi, dan disiplin menjaga keamanan/kerahasiaan akun kita,” tandasnya.

Sementara itu, Certified Personal Trainer Melanie Putria mengatakan, bahwa saat ini masyarakat dituntut agar adaptif dalam beraktivitas di tengah pandemi melalui penerapan protokol kesehatan. “Diperlukan dan memperbanyak olahraga di rumah saja secara mandiri,” sarannya, yang juga menjadi narasumber dalam talkshow Fentabi.

Selain itu, Melanie sepakat bahwa selama berolahraga jika melakukan transaksi diupayakan cashless supaya lebih praktis dan higienis. “Lebih aman dan praktis,” ujarnya.

Kembali ke Bimo. Ia mengharapkan melalui Fentabi dapat meningkatkan pemahaman masyarakat tentang manfaat pembayaran non tunai, dan meningkatkan penetrasi penggunaan non tunai. “Dan mempercepat elektronifikasi transaksi pemerintah daerah, sekaligus mendukung upaya pencegahan penyebaran virus COVID-19 melalui transaksi non-tunai,” pungkasnya. (fey/eny)

 

 

Saksikan video menarik berikut ini:

Leave A Reply