Diskominfo PPU Sukses Gelar Petunra Virtual KCPPEN

PPU, nomorsatukaltim.com – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Penajam Paser Utara (PPU) sukses. Menggelar pertunjukan rakyat (petunra) secara virtual, Selasa malam (24/11/2020). Bekerjasama dengan Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN).

Petunra virtual kesenian tradisional daerah ini diharapkan dapat mengubah perilaku masyarakat. Utamanya dalam menghadapi pandemi COVID-19 dan tatanan adaptasi baru (new normal).

“Ini dalam rangka membangun pemahaman, kepercayaan, dan partisipasi publik untuk bersama-sama mewujudkan kesehatan dan pemulihan ekonomi, agar segera aktif,” ujar Sekretaris Diskominfo PPU, Suminto.

Petunra ini juga diselingi oleh penampilan kesenian yang diisi oleh Asfi yang membawakan musik Sapeq. Lalu ada penampilan dari Sanggar Petikan Dawai, Sanggar Seni Kayunkuleng serta Sanggar Seni Luar Biasa.

Gelaran ini mengangkat tema “Bergerak Searah Melawan Pandemi, Tak Gentar Melawan”. Bertempat di Hotel Ika Petung.

KPCPEN sendiri terbentuk lewat peraturan Presiden No. 82 Tahun 2020 yang memiliki 3 prioritas. Pertama, Indonesia sehat yaitu masyarakat aman dari Covid-19 dan reformasi pelayanan kesehatan. Kedua, Indonesia bekerja yaitu pemberdayaan juga percepatan penyerapan tenaga kerja. Ketiga, Indonesia tumbuh yaitu pemulihan dan transformasi ekonomi nasional.

Pembicara yang dihadirkan diantaranya PLT Kepala Dinas Kesehatan PPU, dr Jense Grace Makisurat. Dia menjelaskan terkait perkembangan situasi pandemi COVID-19.

“Yang utama, kita melawan situasi ini dengan penerapan protokol kesehatan. Dalam kehidupan sehari-hari,” tegas Grace.

Ia juga memastikan akan adanya vaksin. Yang saat ini tengah dikaji pemerintah untuk warga.

“Yakinlah. Pemerintah pasti melakukan yang terbaik untuk masyarakat,” sambungan.

Lebih lanjut, ada penampilan khusus. Tari yang dibawakan Jamal Oge ft Dwitoto. Tari Pinadiwa Ronggeng. Jamal, sang penari menuturkan penampilan ini sengaja ditampilkan untuk memberikan semangat kepada penonton. Dalam mengahadapi pandemi.

“Tari Pinadiwa Ronggeng ini asalnya ada saat ritual khusus. Untuk menyembuhkan jika ada warga yang sakit. Saya rasa ini sejalan dengan situasi saat ini. Agara masyarakat bisa mendapatkan aura keyakinan dari setiap gerakan,” urai Jamal.

Selain di PPU, gelaran serupa juga digelar di beberapa daerah lainnya. (ADV/rsy/sam)

Leave A Reply