Tidak Tahan Bau Sampah, Warga Tutup TPS

Kutim, nomorsatukaltim.com – Warga RT 65, Kelurahan Sangatta Utara, menutup Tempat Pembuangan Sementara (TPS) sampah di Kanal 5. Lantaran, warga tidak tahan menghirup bau dari tumpukan sampah di TPS itu.

Ketua RT 65, Ilham mengatakan, dua bulan ini air sungai pun sudah ikut berbau. Padahal air sungai itu sering dipakai warga. Karena itu, pihaknya pun berinisiatif menutup TPS itu. “Sampai tumpukan sampah bisa berkurang,” ucap Ilham kepada Disway Nomorsatukaltim.com, Sabtu (21/11).

Apalagi di lokasi tersebut statusnya adalah TPS. Bukan Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Tumpukan sampah menggunung layaknya TPA. Sehingga bau yang ditimbulkan menjangkau sampai 1 km. Meski tergolong jauh dari TPS itu, warga di RT tersebut merasakan dampaknya.

Ilham menyebutkan, kurang lebih 100 kepala keluarga yang merasakan dampak bau sampah dari TPS itu. Belum lagi dari RT lain juga terkena dampak polusi. Bahkan sejak dua tahun lalu, hal ini telah dirasakan warga. “Tapi selama ini yang banyak merasakan dampaknya adalah warga saya,” bebernya.

  • sang badar
  • andirus
  • zairinsarwono

Tumpukan sampah sebenarnya bisa saja dihindari. Mengingat lokasi tersebut berupa TPS. Namun karena diangkut setiap bulan ke TPA, pengangkutannya pun tidak sampai habis, akhirnya sampah kian menggunung.

Menanggapi persoalan itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kutai Timur (Kutim) langsung mengambil sikap. Kabid Pengelolaan Sampah DLH Kutim, Sugiyo mengambil beberapa keputusan. Dari memindahkan sementara tempat TPS sampai menyiapkan penyemprot anti bau. Dalam beberapa waktu ini, tidak ada sampah yang masuk ke TPS.

Sampah yang diangkut dari rumah warga akan ditampung di kantor UPT. Kemudian dilanjutkan pengangkutan sampah ke TPA. Selanjutnya, DLH juga akan menyiapkan penyemprot anti bau di sekitar TPS kanal 5 itu. Paling tidak bisa sedikit mengurangi bau. “Jadi, ini keputusan yang bisa kami ambil,” tandasnya. (bct/qn)

kpu kukar

Saksikan video menarik berikut ini: