Tatap Muka Dievaluasi

TANJUNG REDEB, DISWAY – Kegiatan belajar mengajar tatap muka di sejumlah sekolah di Berau akan dievaluasi.

Sebab saat ini, Berau yang sebelumnya dari zona merah ke zona oranye, kembali menjadi zona merah. Karena bertambahnya kasus konfirmasi COVID-19. Perubahan zona tersebut berpengaruh. Pada kegiatan belajar tatap muka.

Makanya, Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Berau, Suprapto menegaskan, kebijakan membolehkan pembelajaran tatap muka akan ditinjau.

“Saat ini ada beberapa sekolah di luar 4 kecamatan, yaitu Tanjung Redeb, Sambaliung, Gunung Tabur dan Teluk Bayur, sudah tatap muka,” ujarnya, Kamis (19/11).

  • sang badar
  • andirus
  • zairinsarwono

Dikatakan, ada 6 sekolah menengah pertama (SMP) yang melakukan tatap muka. Begitu juga dengan beberapa sekolah dasar (SD) mengusulkan. “Karena wilayahnya zona hijau dan jaringan internet kurang memadai,” katanya.

Suprapto menyebut sekolah itu berada di Kecamatan Segah, Maratua, dan Kelay serta Pulau Derawan. Ada persyaratan sebelum melakukan tatap muka. Seperti ketersediaan sanitasi dan kebersihan. Juga mampu mengakses fasilitas layanan kesehatan dan menerapkan area wajib masker.

“Tahapan lainnya, ada kesepakatan dengan komite sekolah terkait kesiapan melakukan pembelajaran tatap muka. Jika ada orang tua atau wali tidak mengizinkan, maka metode kembali ke daring,” ungkapnya.
Tahapan selanjutnya, tambah Suprapto, pembagian kelas hanya 15 orang, serta jam pelajaran maksimal pukul 11.00 Wita.

  • kpu kutim1
  • kpu kutim2
  • kpu kutim3

“Nah, dalam surat edaran Kadis Pendidikan Berau, kebijakan akan dievaluasi kembali jika Berau kembali zona merah. Makanya, kita akan evaluasi bersama Tim Gugus COVID-19,” tandasnya. Itu diperkuat kebijakan Kemendikbud, yang menegaskan, tidak boleh ada pembelajaran tatap muka di daerah zona merah. (*)

kpu kukar

Saksikan video menarik berikut ini: