Grand Parama, Hotel Pertama Tersertifikasi CHSE

TANJUNG REDEB, DISWAY – Grand Parama Hotel memperoleh sertifikasi protokol kesehatan berbasis CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainability).

Grand Parama adalah hotel pertama di Berau yang memperoleh sertifikasi yang berasal dari
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) itu.

Auditor CHSE PT Sucofindo, Abdul Malik menjelaskan, Grand Parama Hotel menjadi pilot project dari Kemenparekraf di Berau.

Dijelaskan, Kemenparekraf membuat program percepatan pemulihan industri pariwisata dengan peningkatan kepercayaan masyarakat melalui sertifikasi. Anggaran program ini adalah hibah pemerintah pusat.

“Kebetulan, Grand Parama Hotel menjadi yang pertama menyambut ajakan kementerian untuk peningkatan kepercayaan di tengah new normal,” jelasnya kepada Disway Berau, Jumat (20/11).

Selaku auditor, ia menilai Grand Parama Hotel sudah memiliki jaminan penerapan protokol kesehatan COVID-19 yang baik. Dengan total nilai mencapai 95 poin. Itu berarti siap menghadapi new normal dengan kesiapan yang matang.

“Sekaligus sebagai trigger dari pelaku usaha wisata lain,” ungkapnya. Sebab, kategori usaha yang bisa mendapatkan sertifikat itu adalah hotel, pondok wisata atau homestay, lapangan golf, restoran, wisata snorkeling. “Tiga minggu berproses, Grand Parama menjadi yang pertama,” tandasnya.

Dikatakan, penilaian terbagi menjadi 4 dimensi. Termasuk tata kelola manajemen yang sudah dimiliki Hotel Grand Parama.

Menurut Abdul Malik , Grand Parama dapat menjadi mapping dengan pertimbangan kementerian terhadap kondisi pariwisata Berau.

“Jika sudah ada sertifikat, pengunjung tidak perlu ragu dengan pengelolaan dan penerapan protokol kesehatan. Jadi mereka akan merasa aman, sebab dari manajemen hotel sudah menerapkan protokol kesehatan. Itu tujuan program ini,” ungkapnya.

Sementara General Manager Hotel Grand Parama, Dede Anugrah mengakui, dengan adanya program ini, pihaknya merasa bersyukur. Sebab, katanya, belum diketahui kapan pandemik akan berakhir, namun pengusaha hotel harus tetap bertahan.

Maka dari itu pihaknya dengan inisiatif dan imbauan dari Dinas Pariwisata dan PHRI Kaltim dan Berau, mengikuti proses penilaian untuk mendapatkan sertifikasi. Ia menyadari bahwa Berau adalah daerah pariwisata. Seperti Bali dan Yogyakarta.

“Harapan saya, mari berjuang bersama mendapatkan sertifikasi ini agar wisatawan tidak ragu datang,” harapnya.

Menurutnya sertifikasi sangat penting untuk peningkatan kualitas hotel di era new normal. Ini adalah sikap dari Grand Parama sebagai komitmen kepada tamu, dengan menyiapkan hunian yang terjaga dan sehat.

Dede menginginkan PHRI dengan bantuan pusat bersama meningkatkan kunjungan wisata ke Berau. “Kita harus bersama-sama jika ingin memajukan pariwisata pada kondisi seperti ini. Sebab akan menguntungkan pelaku usaha, termasuk hotel,” pungkasnya. (RAP)

Saksikan video menarik berikut ini: