Aglaonema dan Monstera Paling Laris

Pandemik, menjadikan sebagian besar masyarakat untuk mencari kegiatan atau hobi untuk beradaptasi dengan pola kehidupan baru. Apalagi sebagian waktu habis untuk berdiam diri di rumah saja. Merawat tanaman hias yang bisa dilakukan dimana saja, termasuk di rumah, menjadi hobi baru atau tren saat ini.

Seperti yang diakui oleh pemilik kios penjualan tanaman hias di Jalan Pangeran Hidayatullah Tanjung Redeb, Doni, bahkan berhasil melebarkan kiosnya untuk menampung stok tanaman hias yang kian hari semakin laku diperjualbelikan. Padahal, dirinya sempat pesimistis di Februari awal saat tidak banyak orang yang datang ke kiosnya.

Bahkan, waktu sebelum banyak masyarakat yang tertarik dengan tanaman hias, kiosnya tidak perlu ditutup, tak ada juga yang berniat mencuri. Tetapi memasuki semakin lamanya pandemik berlangsung, tanaman hiasnya semakin laku dan rawan kecurian pun ada.

“Sekarang tiap hari ada saja yang datang, kalau sudah Jumat sore, Sabtu dan Minggu, jujur saya kewalahan. Kadang saya saja yang jaga sendiri,” jelasnya kepada Disway Berau, Jumat (20/11).

Penjualannya meningkat pada April, dan semakin meningkat saat Mei, ketika Berau sudah menerapkan Physical Distancing sejak Maret. Tak jarang, Doni menanyakan kepada beberapa pelanggan yang datang, rerata dari mereka memang mengakui mencari kegiatan saat berdiam diri di rumah. Sebab, memelihara tanaman hias di rumah ternyata memiliki fungsi dan manfaat. Warna alami dari tanaman terutama warna hijau mampu membuat suasana ruangan jadi lebih hidup dan segar.

  • sang badar
  • andirus
  • zairinsarwono

“Apalagi, tanaman ini kan penghasil oksigen dan bisa menyerap karbon dioksida dari lingkungan sekitar. Siapapun ingin menciptakan rumah yang nyaman,” ungkapnya.

Doni menjabarkan, masyarakat cenderung mencari bunga yang gampang dan fleksibel untuk di rumah saja. Karena tak semua punya tangan cekatan merawat tanaman. Lantas bukan lagi hal yang baru kedua jenis tanaman bernama Aglonema dan Monstera menjadi primadonanya.

Aglaonema yang populer dengan sebutan Sri Rejeki cenderung memiliki daun yang lebar dengan warna hijau bercak putih. Tetapi yang paling digandrungi aglaonema dengan daun yang merah. Kisaran harga Aglaonema biasa hanya dijual seharga Rp 100 ribu. Sedangkan yang merah juga dimulai seharga Rp 150-300 ribu sesuai dengan lebatnya daun. Namun, Doni memilih menjual dengan daun yang tidak begitu banyak.

Bunga yang dipasarkan diambil dari Pulau Jawa. Kini, semakin sulit mendapatkan stok. Lantaran berebut dengan daerah lain. Tetapi kiosnya biasanya merestock ulang per dua minggu sekali, jika bisa lebih cepat maka hitungannya untung.

Selain aglaonema, tanaman hias yang banyak digandrungi lainnya yaitu Monstera. Dengan daun yang unik, lebar, berlubang serta berjari, menjadikan masyarakat berebut memilikinya. Jika asing dengan nama itu, lidah masyarakat familiar dengan Janda Bolong.

Doni mengakui, banyak yang tertipu dengan harga Janda Bolong yang dikatakan mahal. Padahal dirinya hanya menjual janda bolong atau monstera adansonii hanya digandrungi seharga Rp 85-100 ribu. Sedangkan yang bisa mencapai jutaan yaitu janda bolong berjenis Monstera Obliqua.

ucapan pemkab mahulu

Jelasnya, Obliqua cenderung cukup langka. Berukuran kecil dan motif lubang yang besar di permukaannya. Serta obliqua cenderung lebih tipis dibandingkan yang lain. Ada lagi anthurium crystallinum atau singkatnya kuping gajah juga sering dicari oleh masyarakat dengan harga yang dijual Doni mulai Rp 75-100 ribu.

“Saya enggak berani mahal juga jualnya. Sesuai saja dengan pasaran. Berharapnya bisa makin laku saja,” ungkapnya.

Adapun hal unik yang ditemukan Doni, tanaman hias dengan nama Makhota Dewa sering sekali dicari oleh Keraton Sambaliung dan Gunung Tabur lantaran dipercaya tanaman tersebut membawa rezeki. Harganya pun sama seperti primadona lainnya yaitu Rp 100 ribu.

Menurut Doni, merawat tanaman hias cukup gampang yang terpenting media tanamnya. Selain itu agar daun-daun tanaman semakin cantik, dirinya juga menjual minyak kilap daun dan ada saja tiap hari yang membelinya.

Berbicara penghasilan dalam satu bulan, dirinya mengakui bisa mendapatkan kurang lebih Rp 11 juta. Padahal, dulunya Doni bekerja di perusahaan dengan penghasilan paling banyak Rp 9 juta per bulan.

Hal serupa dirasakan pemilik kios bunga di Jalan Gatot Subroto Tanjung Redeb, Prayitno yang terpaksa menaikkan harga tanaman seperti aglaonema merahnya hingga dua kali lipat sebab suplai dari Jawa pun mahal.

“Kalau dulu yang merah ini hanya seratusan ribu dapat, sekarang tingginya bisa mencapai Rp 500 ribu. Yang saya heran tetap saja laku untuk dibeli,” ungkapnya.

Animo masyarakat yang begitu tinggi juga ditandai dengan banyaknya pre order. Misalkan dalam 5 hari kedepan akan datang banyak stok untuk pesanan aglaonema.

Kiosnya juga menjual salah satu aglonema red lipstik yang dengan daun yang lebat. Harga tersebut digandrungi seharga Rp 700-900 ribu. Untuk saat ini, hanya tersisa satu stok. Ada saja yang menawar hanya beberapa helai daun. Tetapi, menurutnya ada kemungkinan besar daun menjadi loyo dan mati.

“Kadang kalau tanaman ditawar, memang saya enggak mau karena ambilnya juga mahal. Ada saja yang jual lagi tanaman ke sini kalau harganya murah kami malah curiga. Sebab banyak yang suka jual barang curian. Kami menghindari itu,” ungkapnya.

Tetapi, dibanding tanaman hias seperti monstera dan aglonema, dia masih menyukai untuk transaksi tanaman bonsai yang mencapai puluhan juta rupiah. Tanaman tersebut juga masih menjadi primadona.

Bergelut dengan tanaman hias selama 16 tahun, Prayitno menjelaskan cara perawatan bunga hias seperti cukup memberikan paparan sinar matahari. Jika disimpan dalam rumah, bisa diletakkan di dekat jendela.

Selain itu, tanaman perlu asupan air yang pas, ketika menyiram tanaman usahakan agar sesuai dan tidak terlalu berlebihan. Bisa dengan cara menyemprotkan pada daun dan batang. Jangan sampai banyak air yang keluar pot secara berlebihan.

Bagian daun yang layu harus segera dipangkas itu bisa saja menyebabkan dedaunan yang lain ikut rusak. Dan perawatan lainnya yaitu memberikan pupuk pada media tanam agar memiliki manfaat untuk pertumbuhan akar, batang dan daun. *RAP/APP

Saksikan video menarik berikut ini: