Waspada Peredaran Narkoba

TARAKAN, DISWAY – Peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang di Kaltara, diharapkan Pjs Gubernur Kaltara Teguh Setyabudi, dapat diatasi secara maksimal. Sebab, narkoba berdampak luar biasa terhadap kemajuan daerah maupun bangsa.

“Bicara soal narkoba, ini adalah sesuatu yang bukan main-main. Karena dampaknya luar biasa. Dari itu, saya berterima kasih kepada BNN Kaltara dan stakeholder terkait lainnya. Yang sudah bekerja keras memerangi narkoba,” kata Teguh pada pembukaan sosialisasi Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2020 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika, dan Prekursor Narkotika Tahun 2020-2024 di Hotel Royal Tarakan, Rabu (18/11) sore.

Menurut Teguh, Kaltara sangat rentan dengan peredaran gelap narkotika dan turunannya. Ini karena Kaltara berada di wilayah perbatasan, sehingga cukup banyak jalur masuk ilegal bagi barang haram itu.

“Ini harus diwaspadai. Dan, patut diketahui bahwa perang modern saat ini, adalah bagaimana memerangi bangsa dengan menghancurkan pemuda pemudinya, melalui narkoba. Bukan lagi adu senjata atau fisik, tapi melalui narkoba,” urainya.

Bahaya lain dari penyalahgunaan narkotika dan turunannya, adalah kematian. Dituturkan Teguh, angka kematian akibat narkoba mencapai puluhan ribu jiwa. “Untuk saat ini, memang di Kaltara belum terasa dampak akibat penyalahgunaan narkoba secara massal. Namun, jika dibiarkan akan muncul dampak besar tersebut. Jadi, harus tetap waspada,” ungkapnya.

  • sang badar
  • andirus
  • zairinsarwono

Teguh juga meminta agar seluruh komponen terkait, termasuk BNN dan Badan Kesbangpol Kaltara, untuk menindaklanjuti Inpres No. 2/2020 dan aturan terkait lain secara praktikal dan bukan formalitas semata.

“Perang melawan narkoba, adalah perang bersama. Bukan hanya peran BNN atau Kesbangpol, tapi seluruh pihak,” ucapnya.

Perang melawan narkoba, kata Teguh, harus dimulai dari lingkup terkecil dalam kehidupan. HMS/REY

Saksikan video menarik berikut ini: