Pencegahan Stunting melalui Puspaga

TANJUNG REDEB, DISWAY – Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) menjadi wadah pencegahan dini stunting atau kondisi gagal pertumbuhan pada anak.

Itu adalah program Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Berau.

Konselor Puspaga, Nur Hidayah menjelaskan, di tengah pandemik, kegiatan puspaga dengan tatap muka dilakukan di daerah pesisir. Dengan menerapkan protokol kesehatan.

Sebab, katanya, stunting rawan terjadi pada anak-anak. Meskipun belum ada angka pasti berapa persen perkembangannya.

“Dari Puspaga kita tekankan soal pola asuh,” jelasnya kepada Disway Berau, Rabu (18/11).
Kondisi usia anak yang masih tahap ketergantungan pemenuhan kebutuhan dasar, katanya, orangtua atau pengasuh berperan penting memenuhinya.

  • sang badar
  • andirus
  • zairinsarwono

“Makanya sasaran Puspaga adalah orangtua, aktivis, masyarakat kampung. Yang diharapkan menjadi pelopor percepatan penurunan stunting,” tandasnya.

Dikatakan, daerah pesisir menjadi target. Karena pernah ditemukan pola pangan harapan yang kurang seimbang. Padahal mereka bekerja sebagai nelayan dengan tangkapan ikan yang lumayan. Ikan memiliki protein tinggi.

Gemar makan ikan itulah yang diharapkan. Warga pesisir diimbau tidak terlalu sering mengonsumsi makanan instan. (RAP)

Saksikan video menarik berikut ini: