Asisten Pelatih Borneo FC Tetap Melatih di Masa Libur Liga 1

Samarinda, nomorsatukaltim.com – Tangan kanan Mario Gomez di Borneo FC Samarinda, Ahmad Amiruddin tak benar-benar libur melatih saat masa libur tim seperti ini. Amir tetap melatih, tapi bedanya, yang ia latih saat ini adalah anak-anak.

Amir saat ini sedang berada di kampung halamannya, Makassar. Agar tetap berkegiatan selama libur tim. Ia memutuskan ikut melatih di sebuah Sekolah Sepak Bola (SSB) di kampungnya tersebut. Kebetulan anak laki-laki Amir juga termasuk anak didik di SSB itu. Jadi sembari antar anak berlatih, ia turut melatih sekalian.

Amir sendiri sudah mengantongi lisensi B AFC. Ia sudah bisa menukangi klub Liga 2 jika ingin. Hal yang beberapa waktu lalu ingin ia lewatkan karena memilih setia bersama Borneo FC Samarinda. Dengan lisensi itu, tentu Amir paham betul tentang filosofi sepak bola Indonesia alias Filanesia.

Sebuah filosofi yang mulai dikembangkan dengan serius kala Alfred Riedl menukangi Timnas Indonesia. Yang di dalamnya termuat program pembinaan berjenjang lintas usia.

Saat melatih di kampungnya, ia melihat masih ada hal-hal yang perlu diperbaiki. Karenanya ia banyak memberi saran dan masukan terkait pembinaan usia dini di sana. Mulai dari teknik dasar sepak bola, sampai peran serta orang tua. Yang harusnya ikut mendukung dengan mengatur pola tidur sang anak.

“Teknik dasarnya saat latihan itu pertama kali adalah keseriusan ya. Itu yang utama sekali. Tapi saya kira anak-anak di usia itu kan masih semangat-semangatnya ya. Jadi kita alihkan perhatiannya untuk lebih serius,” katanya via saluran telepon, Kamis (19/11/2020).

Jika pemain-pemain muda itu sudah bisa berlatih secara serius. Mengikuti step demi step materi pelatihan. Tidak asal datang dan bermain latih tanding. Barulah anak-anak itu diarahkan ke cara mengoper, menggiring, menendang, dan menanduk.

Setelah menguasai teknik-teknik dasar itu, barulah ditingkatkan ke hal yang lebih taktikal. Seperti penempatan posisi, gerakan tanpa bola, lalu cara melewati lawan ketika berduel. Dan itu semua membutuhkan waktu yang panjang dengan pembinaan berjenjang.

“Bagaimana caranya menghadai permainan 1 lawan 1. Kemudian soal passing. Itu yang utama. Paling berat buat anak-anak ya, karena memang harus dilatih terus. Bagaimana nantinya ia memiliki kualitas passing bola. Mau bola kencang, bola jauh harus terlatih sejak dini itu,” lanjutnya.

Kepada anak-anak itu, Amir juga menekankan bahwa mereka harus berpikir jika sepak bola ini tidak boleh hanya dijadikan hobi saja. Tapi jika bisa, harus menjadi pemain profesional ke depannya. Dan untuk mencapai itu, selain aktif berlatih. Juga harus memperhatikan asupan gizi dan latihan tambahan di rumah masing-masing.

“Harus bener-baner bagus pembinaan usia dini itu. Tak terkecuali fisik dan pola makan. Harus juga diperhatikan. Supaya tidak gampang ngos-ngosan di lapangan,” tutup pria kalem ini mengakhiri obrolan. (frd/ava)

Saksikan video menarik berikut ini: