Disdik Persiapkan Penilaian Pengganti UN

TANJUNG REDEB, DISWAY – Dinas Pendidikan (Disdik) Berau mempersiapkan asesmen atau penilaian nasional 2021. Sebagai pengganti ujian nasional (UN). Baik tingkat SD maupun SMP. Asesmen nasional merupakan kebijakan Merdeka Belajar Mendikbud. Terkait penghapusan ujian nasional.

Sekretaris Dinas Pendidikan Berau, Suprapto ujian nasional dibekukan sesuai SE Mendikbud Nomor 4 Tahun 2020. Selanjutnya dilakukan asesmen sebagai evaluasi atau pemetaan kualitas pendidikan.

Dikatakan, asesmen nasional sudah tahap simulasi berskala besar yang melibatkan 5 murid di jenjang SD dan SMP di Berau. Dilakukan kelompok kerja guru dan operator aplikasi sekolah.

“Simulasi SD dan SMP pada Desember,” ungkapnya kepada Disway Berau, Selasa (17/11)
Suprapto menegaskan dalam asesmen nasional, guru tidak lagi mengevaluasi capaian siswa secara individu. Tetapi memetakan sistem pendidikan rerata per sekolah. “Sehingga tidak semua siswa akan mengikuti asesmen. Akan dipilih secara acak. SD 30 orang dan SMP 50 orang,” katanya.

  • sang badar
  • andirus
  • zairinsarwono

Menurut Suprapto, asesmen dilakukan dengan tiga bentuk. Yaitu asesmen kompetensi minimum (AKM), survei karakter dan survei lingkungan belajar.

“AKM dirancang untuk mengukur capaian siswa dari hasil belajar kognitif dengan percampuran antara literasi dan numerasi atau kemampuan menganalisis. Literasi sebagai tolok ukur untuk mengerti suatu materi,” tandasnya.

Suprapto mencontohkan, perhitungan matematika. Tidak disuguhkan angka saja, namun lengkap dengan analisa. “Sudah ada panduan contoh soal. Tesnya dibagi menjadi beberapa stage. Jika di pertama hasil jawaban salah lebih banyak, maka di stage kedua soal akan dipermudah sistem,” jelasnya.

  • kpu kutim1
  • kpu kutim2
  • kpu kutim3

Kemudian, tambahnya, survei karakter mengukur pencapaian siswa dari hasil belajar sosial. Indikator utama, beriman, berakhlak mulia, pemahaman Bineka Tunggal Ika, kemandirian, sikap kritis, gotong royong dan kreativitas.

Sementara asesmen lingkungan belajar, ujarnya, mengevaluasi dan memetakan aspek pendukung kualitas pembelajaran di lingkungan sekolah dari kacamata siswa.

Rencananya, asesmen nasional dilaksanakan Minggu pertama Maret 2021 hingga Agustus 2021. Dimulai SMA/SMK, lalau SMP dan SD. “Namun jadwal bisa saja berubah kembali,” imbuhnya.

Hanya saja, kata Suprapto, daerah terkendala dengan sistem jaringan yang masih kurang baik. Sementara asesmen nasional berbasis online secara keseluruhan. “Di Berau masih ada daerah yang sulit jaringan internet. Itu yang belum dibahas Kemendikbud,” katanya.

Menurut Suprapto, jika jaringan kurang memdai, bisa jadi akan sama ketika pertama kali ujian nasional berbasis komputer. Hanya 6 sekolah di Berau yang menjadi piloting.

“Makanya, ini akan dibahas dengan pihak kementerian. Karena daerah pedalaman yang harus diperhatikan dalam evaluasi sistem pendidikan. Termasuk di Berau,” harapnya. (RAP)

kpu kukar

Saksikan video menarik berikut ini: