Cara Unik Warga Bontang Kuala Singgung Pemerintah Soal Penanganan Banjir

Bontang, nomorsatukaltim – Ada yang menarik di Bontang Kuala. Ada lagi spot wisata baru. Namanya wisata banjir.

Bukan objek wisata baru dalam arti sesungguhnya. Tapi cara pemuda setempat menyinggung pemerintah. Yang dinilai abai. Karena banjir rob terus terjadi. Apalagi beberapa hari ini air lagi tinggi-tingginya.

Bontang Kuala mengalami banjir rob. Air laut menggenangi jalanan masuk kampung wisata ini. Setiap sore sampai menjelang pukul 20.00 Wita.

Karena terus-terusan begini. Makanya warga protes. Ya dengan sentilan itu : objek wisata air.

  • sang badar
  • andirus
  • zairinsarwono

Kampung Bontang Kuala ini memang terletak di atas air. Usia kampung sudah tua sekali. Bahkan disebut-sebut peradaban mulai dari sini.

Banyak warga setempat berjualan. Karena tempat wisata makanya banyak turis bedatangan. Setiap wisatawan baru seperti ada keharusan berkunjung ke Bontang Kuala. Menyusuri kampung tua atau sekadar mencicipi Gammi Bawis : Ikan Gammi dengan sambal tomat.

Nah, selama banjir rob itu banyak wisatawan batal menuju Bontang Kuala. Yang terlanjur di dalam harus sabar menunggu. Hingga air laut surut.

  • kpu kutim1
  • kpu kutim2
  • kpu kutim3

Rutin sekali memang. Wajar saja mereka jengah. “Kami bosan dijanji-janji terus,” ujar perwakilan masyarakat, Etli kepada wartawan.

Endar, wisatawan lokal pun senada. Perkara banjir rob ini harus segera diatasi dengan serius. Agar tidak terus-menerus terjadi. Karena saat terjadi banjir, pilihan yang bisa diambil wisatawan hanya dua. Menunggu surut, atau putar balik.

“Mau dipaksakan terobos itu kan air laut, nanti berkarat. Belum lagi kalau macet,” kata Endar mengeluh.

Unggahan yang menampilkan seseorang sedang memancing di jalanan yang banjir. Dibarengi sebuah plang selamat datang di kampung wisata banjir itu tersebar ramai di media sosial. Warga Bontang Kuala selanjutnya mengajak warga lainnya ikut aksi memancing itu. Disediakan pula hiburan perahu yang melintas di atas jalan.

Sebernarnya jalanan Bontang Kuala sudah pernah ditinggikan. Supaya air laut tak merendam lagi. Tak menghalangi pengendara menuju dan dari Kampung Bontang Kuala. Tapi langkah itu rupanya tak sepenuhnya efektif.

Ketua Balai Taman Nasional Kutai (TNK) Nur Patria pernah mengusulkan agar seluruh wilayah Bontang Kuala itu ditanami mangrove.

Sisi kiri kanan jalan Bontang Kuala memang tampak rimbun pohon magrove. Tapi berbeda jika dilihat dari atas. “Banyak yang bolong-bolong (gundul) katanya,” ujar Nur Patria saat dikonfirmasi.

Habitat yang ideal akan menciptakan ekosistem yang baik. Mangrove sudah dibentuk alam untuk menahan abrasi. Jenjang akarnya menjuntai membangun tanggul-tanggul alami.

Hewan yang hidup di dalamnya menjaga keseimbangan alam. “Kepiting-kepiting kecil itu buat lubang yang dalam-dalam, dan itu bisa menyerap air. Karena alam sudah dirancang demikian, kalau dirusak pasti terganggu,” pungkasnya.

Terlepas dari sentilan masyarakat ke pemerintah. Penanganan banjir rob di kawasan ini seyogyanya menjadi perhatian bersama. Perluasan pembangunan harus dibatasi. Agar tidak semakin menjorok ke laut. Hingga makin jauh dari kawasan mangrove. (wal/ava)

kpu kukar

Saksikan video menarik berikut ini: