Bola Voli Bukan Hanya untuk Muda-Mudi

Samarinda, nomorsatukaltim.com – Meski tergolong olahraga yang membutuhkan kekuatan. Nyatanya, bola voli tidak hanya untuk muda-mudi saja. Orang yang sudah melewati usia produktif pun, tetap bisa memainkannya.

Para mantan atlet bola voli di Samarinda ini membuktikannya. Mereka berkoloni membentuk tim. Dinamakan Galatua Kaltim. Seperti namanya, tim ini beranggotakan orang-orang tua. Tapi kalau semangatnya, sebentar dulu.

Sentuhan permainan mereka belum termakan umur. Service, smash, dan gerakan lainnya tetap mampu dilakukan dengan fasih. Taktik menyerang dan bertahannya juga masih kurang lebih lah dengan atlet muda.

Galatua Voli Kaltim ini adalah pelopor tim Galatua di Indonesia. Kini hampir semua provinsi punya tim Galatua. Di Samarinda sendiri, kelompok ini bermain di Lapangan Voli Vorvo. Dua kali seminggu. Bergantian tim putra dan putri.

Sesekali juga mereka menggelar sparing. Antara tim Samarinda, dengan Galatua dari daerah lain di Kaltim. Bergantian menjadi tuan rumah.

Mereka masih aktif bermain bukan untuk ajang nostalgia saja. Tapi juga untuk tetap menjalin silahturahmi dan memberi teladan. Ya, mereka ingin mementori para atlet aktif secara tidak langsung. Bahwa semangat berlatih itu harus tetap dijaga. Tidak ada batasan kepuasan atas skill yang telah dimiliki.

“Sambil silaturrahmi, Mas. Kami sesama mantan atlet kalau tidak ketemu di lapangan susah untuk kumpul. Ini barusan ada yang 30 tahun baru ketemu lagi di sini. Maklum sudah pada kerja,” kata Ketua Galatua Kaltim, Deslan Nispayani.

Saat bermain, mereka tidak membatasi partisipan. Tidak eksklusif atlet-atlet tua saja. Yang muda boleh gabung juga. Dimas Saputra misalnya. Ia rajin urun main bersama para seniornya. Wawasan dan skillnya jadi berkembang pesat. Ia lalu menjadi pemain timnas saat membela Indonesia di ajang Sea Games 2019 lalu.

Soal permainan voli sendiri. Deslan menyebut kunci utamanya adalah kekompakan. Paham pada posisi dan spesialis masing-masing. Walau normalnya seluruh pemain harus berputar setiap bola mati. Tapi ketika game on, pemain akan membentuk formasinya sendiri. Ada yang bertindak sebagai libero, touser, penyemash.

“Yaitu menariknya, setiap pemain memiliki kesempatan yang sama sebagai penyerang dan bertahan. Passing dan pukulan harus tepat. Juga lompatanya kalau tinggi kan lebih enak itu smash-nya. Jadi harus kompak dan harus menguasai semua tekniknya,” tambah Deslan. (frd/ava)

Simak video terbaru dari Nomor Satu Kaltim:

Leave A Reply