Lubang Eks Tambang (Bisa) Jadi Solusi Pertanian di Kukar

Kukar, nomorsatukaltim.com – Di luar tambang batu baranya, Kukar sebenarnya cukup mengandalkan sektor pertaniannya. Untuk varietas padi, beberapa tahun terakhir mengalami surplus. Bahkan 45 persen beras yang beredar di Kaltim. Sebanyak 45 persennya berasal dari Kukar.

Hanya memang, kendala di bidang pertanian masih banyak. Salah satunya sistem irigasi yang belum memadai. Belakangan muncul ide untuk memanfaatkan lubang bekas tambang sebagai sumber air untuk pertanian. Kebetulan di Kukar, jumlah lubang tambang yang dibiarkan menganga itu sangat banyak jumlahnya.

“Itu salah satu program yang kita garap dan galakkan,” ujar Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar Sutikno, Minggu (18/10/2020).

Beberapa perusahaan sudah didekati Distanak Kukar. Terutama yang lokasi lubang tambangnya tidak terlalu jauh dengan lokasi pertanian warga. Untuk bisa menggunakannya.

Menggunakan lubang eks tambang untuk pertanian ini bukan hal yang baru di Kukar. Karena beberapa petani di Kecamatan Tenggarong Seberang dan Loa Kulu sudah lebih dulu memanfaatkannya. Dan terbilang sukses. Karena itu, metode irigasi dari lubang tambang ini akan coba lebih digalakkan.

“Jadi sudah (mulai) berkembang kita,” terang Sutikno.

Cara ini sekaligus bisa mengikis masalah daerah soal lubang tambang. Yang puluhan kali merenggut nyawa orang itu. Serta dampak buruk bagi lingkungan. Karena dibiarkan menganga setelah selesai dieksploitasi.

Tapi tentunya tidak semua lubang eks tambang bisa digunakan untuk irigasi. Faktor jarak dengan lahan tani sangat diperhitungkan. Karena masih menggunakan sistem pompa. Jadi kalau jaraknya kejauhan, tentu akan memakan biaya yang besar juga.

Berdasarkan data dari Distanak Kukar. Lahan pertanian di Kukar mencapai 24 ribu hektar. Terbentang di 18 kecamatan. Sekitar 18 ribu hektar lahan padi sawah, dan sekitar 6 ribu hektar padi ladang.

Untuk saat ini, petani padi sawah bisa panen setahun duakali. Sedangkan padi ladang hanya sekali setahun saja. Hitung-hitungannya dalam setahun bisa hampir 42 ribu hektar lahan yang bisa ditanam.

Jika satu hektar mampu menghasilkan beras 4-6 ton. Kukar mampu menyediakan beras sebanyak 252 ribu ton pertahunnya. Dengan asumsi 45 persen untuk Kaltim. Sekitar 113 ribu ton untuk kebutuhan Kaltim yang disumbangkan tiap tahunnya.

Prosuksi beras Kukar ini dipercaya bisa ditingkatkan asal saluran irigasinya dibuat lebih bagus. Salah satunya dengan menggunakan lubang eks tambang ini. Proyeksi ke depannya, petani padi sawah di Kukar bisa panen tiga kali setahun.

“Sangat bisa dengan catatan memperbaiki infrastrukturnya,” pungkas Sutikno. (mrf/ava)

Saksikan video menarik berikut ini:

Komentar