Temuin, Startup Karya Anak Balikpapan, dari Lokal Menuju Nasional

Di tengah ramainya start-up nasional melayani pasar yang semakin tinggi. Satu perusahaan rintisan asal Balikpapan, Temuin, segera ambil bagian. Menggali ceruk bisnis dari Kota Minyak.

Ferry Cahyanti, Balikpapan

Andika Dwi Putra Zulbachri punya cita-cita besar. Mengajak generasi muda Balikpapan terlibat dalam industri digital. Ikut dalam persaingan dan terobosan mengimbangi teknologi yang tiada hentinya.

Bersama rekannya, putra asli Balikpapan ini mengembangkan aplikasi Temuin. Sebuah perusahaan berbasis teknologi digital. Yang akan melayani berbagai keperluan. Pelbagai layanan itu diberi nama Temu Transport, Temu Food, Temu Shop, Temu Send, Temu Kerjasama, serta Temu Payment.

Keinginan terjun pada industri digital sudah ada sejak lama. Namun baru mulai digeluti pada tahun ini. Setelah sebelumnya ia bekerja pada salah satu perusahaan tambang batu bara. Lalu, kemudian bergabung pada perusahaan milik keluarga.

“Akhirnya saya hijrah ke industri digital. Karena cita-cita saya ingin ke industri digital. Ditambah partner yang cocok dengan saya untuk mengembangkan aplikasi,” kata Andika saat dijumpai nomorsatukaltim.com Jumat (16/10) sore di Kompleks Sepinggan Pratama, kantor Temuin.

Aplikasi Temuin dirintis pada saat pandemi COVID-19. Riset dilakukan bersama Ahmad Ramadoni, rekan kerjanya pada bisnis ini. Yang sudah lebih dulu mengenal dunia digital. Bahkan beberapa aplikasi telah diciptakan. “Kawan partner saya seorang digitalpreneur, sehingga kami klik untuk mengembangkan bersama aplikasi Temuin,” terangnya didampingi Ahmad Ramadoni.

temuin

Andika Dwi Putra Zulbachri (kiri) bersama Ahmad Ramadoni. (Andi M Hafizh/nomorsatukaltim.com)

 

Temuin merupakan aplikasi yang mempertemukan antara konsumen dengan merchant. Dari aplikasi, konsumen dapat menemukan apa saja yang dibutuhkan. Karena berbagai fitur yang dimiliki. “Melalui Temuin, terdapat 6 fitur yang bisa dipilih oleh konsumen. Karena saat ini ojek online sangat dibutuhkan, kemudian yang punya keterampilan memasak bingung menjualnya, solusinya ada di Temuin,” kata Andika, sebagai CEO & CO-Founder Temuin.

Saat ini progres pembuatan aplikasi Temuin telah mencapai 95 persen. Ditargetkan pada akhir Oktober aplikasi ini sudah bisa digunakan masyarakat Balikpapan. “Fitur pertama yang dibuka dari aplikasi Temuin adalah Temu Transport dan Temu Food,” ucapnya.

Alasan kedua layanan ini dibuka lebih dulu karena permintannya yang sangat tinggi. Saat ini sudah berlangsung proses perekrutan driver. Selain itu, juga persiapan mendata merchant food best seller di Balikpapan. “Merchant makanan yang sangat khas Balikpapan dan best seller. Sehingga kita bisa melihat permintaan masyarakat,” tukasnya.

Selanjutnya, akan berkembang Temu Shop, Temu Send dan fitur lainnya untuk memenuhi permintaan. Karena Andika menargetkan Temuin ikut meramaikan pasar nasional. “Seperti Temu Payment nantinya bisa digunakan dari Sabang sampai Merauke,” tandasnya.

Aplikasi Temuin dibuat oleh anak-anak lokal. Yang punya kemampuan tak kalah dengan generasi muda di kota besar lainnya. Untuk membuat aplikasi ini, kedua founder ini melibatkan generasi muda yang merupakan generasi milenial. “SDM yang kami libatkan adalah generasi muda yang usia nya dari 19-35 tahun,” ujarnya.

“Problem pertama orang banyak kehilangan pekerjaan, penghasilan juga tidak bisa maksimal. Ini yang kita temukan. Timbul ide kita membuat start-up yang dibutuhkan,” sebutnya.

Dengan satu aplikasi bisa mempertemukan antara konsumen dengan merchant. Maka akan terjadi jual beli sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat. “Ada transaksi. Misal ojol di tempat lain sudah tidak menerima. Kami membukanya sehingga yang kehilangan pekerjaan bisa melihat peluang ini,” ujarnya.

Aplikasi Temuin telah memiliki akta pendirian. Tercatat pada 12 September 2020. Meski baru, tetapi riset pengembangan aplikasi dilakukan pada saat awal pandemi terjadi. “Untuk mengembangkan aplikasi ini juga perlu proses. Saat ini sudah ada di Playstore. Tapi peningkatan kualitas aplikasi terus kami lakukan,” ujar penganggum Jeff Bezos ini.

Untuk pengembangan aplikasi, telah menghabiskan sekitar Rp 1 miliar. Investasi tersebut dimanfaatkan untuk operasional, riset, pengurusan izin hingga hak cipta. Sehingga kini Temuin telah mengantongi pelbagai perizinan.

“Sebelum di-launching ke pasar. Aplikasi Temuin sudah memiliki hak cipta. Sehingga kami tak perlu khawatir lagi. Begitu juga dengan mitra bisnis kita,” tukas Andika.

Ketika ditanya mengenai persaingan terhadap aplikasi lainnya. Ahmad Ramadoni mengatakan memiliki konsep affiliate marketing. Apalagi yang ditawarkan, kata dia, sudah sesuai dengan permintaan. “Setiap transaksi ada profit akan dibagi ke afiliate. Menjadikan Temuin ini milik sendiri sehingga bisa bekerjasama agar sukses usahanya,”  kata Ahmad Ramadoni.

Ia pun optimistis aplikasi Temuin akan dicari konsumen. Karena setiap hari orang akan membutuhkannya.”Dari ojek, makanan, pembayaran dan lainnya,” kata CMO & Founder Temuin ini.

Melalui Temuin, Ahmad Ramadoni mengharapkan masayarakat yang memiliki usaha bisa berkembang. Dari sisi konsumen, terbantu mencari apa yang dibutuhkan.  “Cita-citanya bisa pasar nasional. Karya lokal dengan pasar nasional,” imbuh Doni, sapaannya.

Harapannya Temuin dapat memenuhi kebutuhan masyarakat baik di bidang jasa transportasi, makanan, pengantaran barang, serta Payment Point Online Bank atau biasa dikenal membayar berbagai tagihan dalam satu tempat.

Andika dan Doni sepakat. Ke depannya akan terus melakukan inovasi . Seperti mendirikan Temuin Academy yang menghubungkan user dengan para ahli di bidang yang ingin dipelajari.

Selain itu, bisa menjadi partner pemerintah, khususnya Kota Balikpapan.  “Untuk menjadi smart city cashless dan paperless. Apalagi kita akan menjadi kota penyokong ibu kota negara baru nantinya,” pungkasnya. (fey/eny)

Saksikan video menarik berikut ini:

Komentar