Pelecehan Beralih ke Medsos

Tanjung Redeb, Disway – Pelecehan seksual tak hanya di dunia nyata. Bisa terjadi di media sosial. Bahkan potensinya beralih ke sana. Saat pandemik COVID-19.Sebab, kata Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA), Yusran, sebagian orang kegiatannya banyak untuk bermain media sosial.

“Bisa saja terjebak dengan grooming atau penampilan diri seseorang yang terjaga. Padahal modusnya adalah pelecehan seksual. Ini yang harus diwaspadai,” katanya.

Yusran mengaku telah ada satu kasus yang ditangani. Dugaannya, grooming yang berujung pada pelecehan tanpa paksaan. “Dikhawatirkan terjadi di kalangan remaja. Potensi sangat besar. Pada remaja di bawah usia 17 tahun,” jelasnya kepada Disway, Kamis (15/10).

Makanya, ia meminta, saat pandemik, anak dan remaja harus mendapatkan pemantauan yang intens dari orang terdekatnya. Sebab, segala kegiatan sekolah melalui jaringan internet.

“Kasus yang ditangani UPTD PPA karena pemantauan yang kurang dari orang tua. Juga komunikasi antara keluarga kurang. Ini yang salah satu penyebab. Rasa sepi karena kurang komunikasi atau pergaulan terbatas, pelarian biasanya ke media sosial,” ungkapnya.

Yusran meminta orang tua di rumah sering mengajak anak berinteraksi dan melakukan kegiatan bermanfaat untuk pengembangan diri. Sebab hampir semua kegiatan remaja sekarang, termasuk pelajaran sekolah dilakukan di rumah.

“Seandainya tidak pandemik, UPTD PPA bersama lintas sektor selalu mengadakan puspaga goes to school. Untuk menghindari adanya ancaman tindakan yang tidak diinginkan. Sekarang, semuanya dialihkan menjadi serba online,” tandasnya. (RAP)

Saksikan video menarik berikut ini:

Komentar