Lewat Aplikasi Tak Efektif

Tanjung Redeb, Disway – Memantau titik panas belum efektif. Bahkan, banyak perbedaan di layar aplikasi dengan fakta di lapangan.Penggunaan aplikasi pemantauan titik panas tak selamanya sama dengan realitanya. Bahkan, beberapa kali menipu tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Hal itu diungkapkan Kasi Kedaruratan Azkar Husairi. Beberapa kejadian cukup membuat pihaknya terkejut. Setelah mendatangi titik panas yang tercatat di aplikasi, pihaknya bahkan tak menemui kepulan asap.

“Nah kami beberapa kali menemukan kejadian seperti itu,” ujarnya kepada Disway Berau, Jumat (16/10).

Sebaliknya, beberapa kali mendapat laporan dari masyarakat adanya kebakaran lahan. Malah, tidak terpantau di aplikasi. Sejauh ini, pihaknya masih menggunakan aplikasi yang bersumber dari satelit. Diakuinya, walaupun akurasinya tidak 100 persen.

“Walaupun informasi yang ditampilkan kadang tak akurat, tapi setidaknya kami tindak lanjuti dan lakukan pengecekan. Sebagai wujud waspada kami,” ungkapnya.

Berdasarkan pengalamannya menggunakan aplikasi tersebut, titik panas yang muncul di aplikasi hanya sebatas pantulan atap rumah masyarakat. Dan bahkan, masyarakat yang membakar sampah pun kadang terpantau dari aplikasi itu.

Baca juga: Empat Titik Api Terpantu

“Kalau seng rumah orang, mungkin karena silau dan kebetulan saat itu matahari sedang terik,” katanya.

Melihat cuaca beberapa hari ke belakang, dirinya meyakini tak ada titik panas. Karena, intensitas hujan cukup padat. Dan malah memunculkan kekhawatiran baru.

“Kalau curah hujan seperti ini, kami khawatir pohon tumbang dan tanah longsor,” tegasnya.

Untuk itu, dirinya mengimbau agar masyarakat terus melakukan antisipasi dini terhadap ancaman bencana. Dirinya pun mengingatkan agar masyarakat aktif dalam memberikan informasi terkait bencana.

“Sekecil apapun itu, laporkan ke kami. Agar tidak membesar atau meluas,” pungkasnya.*FST/APP

Saksikan video menarik berikut ini:

Komentar