Zainal Ingin Madu Lebah Kelulut Jadi Produk Unggulan Kaltara

TANJUNG SELOR – Perjalanan kali ini terbilang tidak direncanakan oleh calon Gubernur Kaltara nomor urut 3, Drs. H. Zainal Arifin Paliwang SH M.Hum. Namun memberi pengetahuan baru bagi banyak orang terkait kondisi ekonomi warga di Kaltara.

Menuju arah Gunung Sari, Kilomwter 12, rombongan Cagub dan tim memakan waktu sekitar 30 menit dari Tanjung Selor. Rombongan menuju kediaman Solihun, warga asal Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang sudah lama bermukin di Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara.

Bertemu Zainal Arifin Paliwang yang juga ditemani sang istri, Rachmawati Zainal, membuat Solihun dan warga sekitar senang. Apalagi Rachmawati Zainal juga berasal dari NTB, yang membuatnya serasa pulang kampung dan berada di tengah-tengah warga NTB.

Untuk diketahui, Solihun sehari-hari adalah seorang peternak lebah kelulut yang telah berjalan sekitar 2 tahun. Saat kunjungan tersebut, Zainal dan rombongan pun dibawa ke lahan peternakan lebah kelulut miliknya. Sekitar 15 menit rombongan menuju ke sana, namun lagi-lagi jalanan tak bersahabat. Ditambah sehabis hujan, kondisi jalan menjadi becek dan menimbulkan genangan air.

Sesampainya di lokasi, rombongan kembali harus berjalan kaki sekitar 5 menit untuk mencapai lokasi ternak. Namun, perjalananan itu terbayarkan dengan rasa manis, asam dan sedikit lengket dari madu asli yang disedot langsung dari sarangnya.

“Ini merupakan produk yang sangat baik dan harus kita kembangkan, karena untuk berternak lebah kelulut itu lebih sulit dari lebah biasa,” ungkap Jenderal Bintang 1 itu.

Ia pun menyinggung 4 sektor utama yang akan ia sentuh lebih dulu. Salah satunya peternakan yang juga akan ia kembangkan sebagai salah satu sektor yang akan menjadi lahan komoditi utama warga Kaltara.

“Nantinya akan kita beri bantuan dan bangun koperasi sehingga bisa kita berikan bantuan agar lebih bisa berkembang dan dipasarkan keluar daerah, bukan hanya mendapat pembeli lokal,” ucapnya.

Setelah 2 tahun Solihun beternak lebah kelulut, ia mengungkapkan omzetnya masih kecil, karena pembeli hanya sesuai dengan pesanan. Untuk madu ukuran satu botol sirup marjan, Solihun menjual sekitar Rp 300 ribu.

Selain madu, Solihun juga menjual produk olahan madu lainnya seperti bee pollen. Diketahui, bee pollen sangat bagus bagi kulit karena mengandung kolagen. “Saya berharap adanya bantuan bagi kami, karena ternak ini adalah mata pencaharian utama kami, dan kami bergantung hanya pada pesanan, tidak memproduksi massal,” harapnya.(*)

Saksikan video menarik berikut ini:

Komentar