Temukan 489 Data Ganda

Tanjung Redeb, Disway – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Berau menetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 159.254 orang. Laki-laki sebanyak 84.961 orang, dan perempuan 74.293 orang. Sebelumnya ditemukan data ganda sebanyak 498 orang.

Penetapan DPT disaksikan oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Berau, dan Liaison Officer (LO) dua pasangan calon (paslon) nomor urut 1 dan nomor urut 2 di hotel Jalan AKB Sanipah II, Tanjung Redeb, Kamis (15/10).

BUDI HARIANTO

KETUA KPU BUDI HARIANTO

Ketua KPU Berau, Budi Harianto mengatakan, jumlah DPT sudah melalui berbagai proses, mulai tahapan pencoklitan, penetapan Daftar Pemilih Sementara (DPS) dan terakhir adalah DPT.

“Dari 100 kampung dan 10 kelurahan di 13 kecamatan, DPT Berau 159.254 orang. Yang terbagi di 558 TPS,” terangnya.

Bawaslu Berau

Soal data ganda identik, Budi menyebut, pihaknya mendapatkan 489 orang yang diberikan Bawaslu Berau untuk ditindaklanjuti, seperti tempat tinggal berbeda tetapi nama dan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sama. Meski demikian, hal itu sudah selesai diverifikasi.

Lanjut Budi, data ganda yang disampaikan Bawaslu yang pasti sudah ditindaklanjuti oleh pihaknya, ketika masih tahapan penyusunan DPS. Baik itu data ganda antarkelurahan, kampung, maupun antar kecamatan.

“Kami bersama Bawaslu melakukan sinkronisasi data. Semua sudah selesai. Data ganda itu sudah dihapus salah satunya dari sistem. Jadi, sudah tidak ada masalah, karena sudah kami tindak lanjuti melalui teman-teman di tingkat PPK dan PPS,” jelasnya.

Sementara untuk data penghuni Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas IIB Tanjung Redeb yang sebelumnya ada sekitar 507 pemilih, kini menjadi 488 pemilih saja. Hal itu dikarenakan selain adanya penghuni rutan yang sudah bebas, ada juga beberapa narapidana yang dipindahkan ke luar daerah.

Selain itu, 157 narapidana yang dilakukan pencocokan data melalui sidik jari oleh Disdukcapil Rabu (15/10) lalu, tidak jadi dilakukan lantaran sistem pemindaian sidik jari yang digunakan bermasalah.

“Sehingga 157 warga binaan di rutan tersebut tidak bisa dideteksi alamatnya di mana, apakah merupakan warga Berau atau bukan. Bahkan, ketika ditanya nama orang tuanya juga mereka tidak tahu, ini menjadi kendala,” jelasnya.

Apalagi dikatakannya, berdasarkan informasi dari Rutan, tidak semua tahanan yang masuk memiliki dokumen identitas diri lengkap.

“Meskipun 157 ini beralamat di Berau, namun tidak bisa dipastikan apakah mereka benar warga Berau atau bukan. Kami di KPU menetapkan daftar pemilih berdasarkan dokumen,” tuturnya.

Sementara untuk pendataan pasien yang ada di rumah sakit, maupun tahanan di Mapolres Berau belum di data, karena dalam aturan hanya dilakukan di rumah tahanan.

Bisa saja kata Dia, warga yang dirawat di rumah sakit yang ada sekarang sudah terdata oleh petugas di lapangan. Tapi nanti akan kembali didata jelang pemilihan.

“Kalau di rumah sakit tidak bisa didata sekarang, karena bisa saja hari ini data, seminggu berikutnya sudah keluar. Nanti didata lagi jelang pemilihan,” terangnya.

Kendati demikian, setelah penetapan DPT ini masih ada warga yang belum terdata, atau tidak masuk di DPT, namun memiliki KTP Berau masih bisa memilih. Dengan catatan, yang bersangkutan membawa kartu identitasnya ke TPS di sekitar tempat tinggal.

“Bukan berarti tidak terdaftar mereka tidak bisa memilih, itu ada mekanismenya. Jika memang ada, semoga saja tidak banyak, karena teman-teman di lapangan sudah berusaha semaksimal mungkin agar semuanya masuk dalam data,” terangnya.

Sementara itu Anggota Bawaslu Berau Tamjidillah Noor mengatakan, selama acara penetapan DPT berlangsung, semua berjalan lancar.

“Semua berjalan dengan tertib, kalaupun ada hal-hal yang ditanyakan oleh masing-masing LO paslon itu biasa hanya untuk memperjelas saja. Semua berjalan lancar,” pungkasnya.*/ZZA/APP

Saksikan video menarik berikut ini:

Komentar